Project Seru Penuh Kejutan

IHSG Anjlok 1,43% Usai Enam Saham Didepak MSCI, Apa Dampaknya untuk Pasar?

May 13, 2026 • 0 Views
IHSG Anjlok 1,43% Usai Enam Saham Didepak MSCI, Apa Dampaknya untuk Pasar?
IHSG Anjlok 1,43% Usai Enam Saham Didepak MSCI, Apa Dampaknya untuk Pasar?

PSPK – 13 Mei 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan signifikan pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, 13 Mei 2026. IHSG dibuka melemah 94,96 poin atau sekitar 1,38 persen, berada di level 6.763,94. Penurunan ini menyusul pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengeluarkan enam emiten Indonesia dari indeks global mereka.

Dalam tinjauan indeks yang dilakukan oleh MSCI untuk periode Mei 2026, enam saham yang dikeluarkan terdiri dari:

  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
  • PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, mencatat bahwa rebalancing MSCI kali ini cenderung lebih buruk dari ekspektasi pasar, di mana jumlah saham yang dikeluarkan lebih banyak dari perkiraan sebelumnya.

Selain itu, saham-saham yang dikeluarkan dari indeks MSCI tersebut langsung mengalami tekanan berat di pasar. Misalnya, PT Amman Mineral internasional (AMMN) turun 9,83 persen ke level 3.670, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) melemah 5,3 persen menjadi 1.340. Saham-saham lainnya juga tidak luput dari tekanan, dengan PT Chandra Asri Pacific (TPIA) tertekan hingga 13,27 persen.

Menurut analisa Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas, penyebab utama pelemahan IHSG ini adalah kombinasi keluarnya saham dari indeks MSCI dan pelemahan nilai tukar rupiah yang telah menembus level Rp17.500 per dolar AS. Hal ini berpotensi memicu risiko arus keluar modal asing (foreign outflow) dari pasar saham domestik, yang semakin memperburuk sentimen investor terhadap IHSG.

Data terbaru menunjukkan nilai tukar rupiah berada di Rp17.515 per dolar AS, dan penguatan dolar AS di pasar global juga memberikan dampak negatif. Kenaikan data inflasi di Amerika Serikat yang melampaui ekspektasi pasar menambah kekhawatiran mengenai kebijakan suku bunga The Fed yang mungkin akan kembali dinaikkan.

MSCI juga mengumumkan bahwa PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) akan dimasukkan ke dalam indeks MSCI Global Small Cap Index, meskipun secara keseluruhan, penghapusan enam emiten dari indeks utama mencerminkan penurunan representasi saham Indonesia dalam MSCI Global Standard Index, yang menjadi acuan bagi investor institusi global.

Pengumuman ini berpotensi memicu passive outflow yang diperkirakan mencapai sekitar Rp28-31 triliun. Dengan negara Indonesia memiliki bobot sekitar 0,72 persen dalam indeks MSCI, hal ini menjadi sinyal negatif bagi IHSG.

Dalam sesi perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.787 dan terendah di 6.741, tetapi akhirnya ditutup pada level 6.752, mengalami koreksi lebih dalam sekitar 1,55 persen.

Keadaan ini menunjukkan bahwa investor harus lebih berhati-hati dan memperhatikan pergerakan pasar serta sentimen global yang dapat memengaruhi IHSG dalam waktu dekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *