PSPK – 16 April 2026 | PT Ocean Nusantara Group (ONG) resmi membuka kantor dan fasilitas operasional barunya di Jalan Jenderal Sudirman, Ilir Timur Satu, Palembang pada 15 April 2026. Acara peresmian dipimpin oleh perwakilan Gubernur Sumsel, Pandji Tjahjanto, yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan dunia usaha untuk mempercepat pembangunan wilayah.
Struktur kepengurusan PT ONG terdiri atas Komisaris Utama Eka Syahrudin, Komisaris Tumpal Simare Mare, serta Direksi yang dipimpin oleh Direktur Utama Charma Afrianto SE, Direktur Keuangan & Kepatuhan Iqbal Marshal, dan Direktur Komersial, Bisnis & Operasional Sukma Hidayat.
Direktur Utama Charma Afrianto mengungkapkan motivasi pendirian PT ONG berasal dari keprihatinan atas volume besar batu bara yang melintasi sungai Musi, Lalan, dan Lumpur—sekitar 50‑60 kapal tiap hari—sementara dampaknya masih dirasakan oleh masyarakat Palembang. Menurutnya, kondisi sungai yang dulu bersih kini menjadi keruh dan dangkal, memerlukan regulasi yang jelas serta payung hukum yang kuat.
Pemerintah Provinsi Sumsel dan Pemerintah Kota Palembang pada 2024‑2025 telah memberlakukan biaya retribusi bagi perusahaan batu bara yang melewati sungai. Namun, aturan tersebut bertentangan dengan regulasi Kementerian Perhubungan, sehingga dana puluhan miliar yang sudah dibayarkan dianggap pungli oleh BPK dan KPK, dan harus dikembalikan.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Gubernur Sumsel mengusulkan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat. Proyek ground‑breaking dijadwalkan dimulai tahun 2026 dengan target peresmian pada 1 Januari 2028. Pelabuhan ini akan dimiliki bersama oleh PT Pelindo (51 % saham), PT Samudera Pasai Indonesia, dan PT Sumsel Energi Gemilang.
Charma menegaskan bahwa kehadiran pelabuhan berskala nasional dan internasional menjadi tolok ukur kemajuan daerah. Empat perusahaan dari Jakarta telah membuka cabang di Sumsel untuk bersiap menyambut pelabuhan baru, sehingga PT ONG tidak ingin menjadi penonton semata. Sebagai inisiator lokal, PT ONG siap berkontribusi dalam pembangunan dan operasional Pelabuhan Tanjung Carat, bekerja sama dengan investor seperti PT Batubara Mandiri serta mendukung upaya pemerintah dalam penertiban lalu lintas di Sungai Musi.
Meski PT Pelindo merupakan BUMN terbesar yang mengelola 161 pelabuhan utama di Indonesia, PT ONG menegaskan niatnya bukan menjadi kompetitor, melainkan mitra yang dapat menambah pendapatan asli daerah Sumsel dan kota Palembang.












