PSPK – 08 Mei 2026 | Ade Armando, seorang akademisi vokal, resmi mengundurkan diri dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Selasa, 5 Mei 2026, di Jakarta. Pengunduran diri ini dilakukan untuk memisahkan kontroversi personal Ade Armando dari citra kelembagaan PSI. Langkah ini diambil untuk mereduksi sentimen negatif publik agar tidak lagi membebani elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia.
Menurut Direktur Eksekutif Ethical Politics, Hasyibulloh Mulyawan, pengunduran diri Ade Armando merupakan strategi komunikasi politik untuk memutus rantai sentimen negatif terhadap partai. Dengan mundurnya Ade, segala opini atau pernyataan kontroversial yang muncul di masa depan hanya akan berdampak pada personal, bukan lagi menjadi beban partai.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menyebut pengunduran diri ini sebagai langkah “amputasi” politik. Ia menilai PSI ingin memastikan bahwa segala persoalan yang melekat pada sosok Ade Armando tidak lagi memiliki daya rusak terhadap elektabilitas partai.
Ketua DPP PSI Bestari Barus juga menyampaikan bahwa pengunduran diri Ade Armando tidak terkait dengan hubungan PSI dan Jusuf Kalla (JK). Ia menegaskan bahwa PSI tidak memiliki hubungan yang rusak dengan JK dan bahwa Ade Armando telah memahami dampak besar dari pernyataannya dan telah memutuskan untuk bertanggung jawab secara pribadi.
Ade Armando sendiri mempertanyakan apa yang bisa jadi pelajaran dari kasusnya. Ia tidak menjelaskan lebih lanjut terkait pernyataannya dan mengaku tidak mengerti maksud Jubir Wapres ke-10 dan 12 Jusuf Kalla, Husain Abdullah, yang berharap persoalan Ade Armando bisa jadi pelajaran bagi semua pihak.
Pengunduran diri Ade Armando dari PSI ini telah menjadi topik perbincangan hangat di kalangan masyarakat dan politisi. Banyak yang menilai bahwa langkah ini merupakan strategi yang tepat untuk menyelamatkan citra partai dan menghindari sentimen negatif yang dapat mempengaruhi elektabilitas PSI.
Dalam kesimpulan, pengunduran diri Ade Armando dari PSI merupakan langkah strategis untuk memisahkan kontroversi personal dari citra kelembagaan partai. Dengan demikian, PSI dapat fokus pada upaya memenangkan pemilu dan meningkatkan elektabilitas partai tanpa terganggu oleh sentimen negatif yang terkait dengan pernyataan kontroversial Ade Armando.










