PSPK – 05 Mei 2026 | Ratusan nelayan dari Juwana, Kabupaten Pati, turun ke alun-alun pada Senin siang, menuntut penurunan harga solar non-subsidi yang melambung dari Rp17.000 menjadi Rp30.000 per liter.
Kenaikan ini dianggap memberatkan biaya operasional, terutama bagi kapal nelayan berukuran di atas 30 Gross Ton yang tidak berhak menggunakan BBM bersubsidi. Akibatnya, ribuan kapal tidak dapat melaut dan pendapatan nelayan terancam.
Para pengunjuk rasa menuntut pemerintah menetapkan skema harga khusus untuk sektor perikanan, dengan kisaran Rp10.000‑Rp13.600 per liter atau maksimal dua kali lipat harga BBM bersubsidi.
- Penetapan harga solar khusus nelayan.
- Subsidi atau tarif yang tidak melebihi dua kali harga subsidi.
- Jaminan kelangsungan operasional kapal di atas 30 GT.
Jika tidak ada solusi cepat, krisis ekonomi di sektor perikanan dapat meluas, memengaruhi rantai pasok nasional dan menambah beban komunitas pesisir.












