PSPK – 22 April 2026 | Jakarta, 20 April 2026 – Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, melakukan inspeksi langsung ke kawasan huntara Bener Meriah yang berada di Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
Tito mengapresiasi percepatan pembangunan yang berhasil menampilkan perubahan signifikan hanya dalam dua bulan. Pada kunjungan pertama dua bulan lalu, lokasi masih berupa lahan kosong tanpa bangunan apa pun.
Area hunian sementara ini kini memiliki permukaan tanah yang relatif datar dan berbatu, sehingga tidak becek meski hujan turun. Jalan internal juga telah diperkeras, mempermudah mobilitas penduduk.
Setiap unit dilengkapi fasilitas dasar, antara lain:
- Dapur umum
- Toilet dan kamar mandi bersama
- Ruang ibadah
- Ruang berkumpul
- Area bermain anak
- Fasilitas olahraga
Fasilitas-fasilitas ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan sehari‑hari penyintas, menjadikan huntara Bener Meriah contoh penataan hunian yang layak dan terintegrasi.
Tito menilai model ini dapat dijadikan acuan bagi pembangunan huntara di wilayah lain, terutama yang memiliki tantangan geografis serupa.
Namun, ia menegaskan bahwa huntara tetap bersifat sementara. Pemerintah terus mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) agar warga dapat segera pindah ke tempat tinggal permanen.
“Kami ingin memastikan bahwa selama berada di huntara, masyarakat tetap tinggal di lingkungan yang layak sambil menunggu huntap selesai dibangun,” pungkasnya.










