Project Seru Penuh Kejutan

Lonjakan Harga Energi Gerus Margin Usaha di Singapura

April 22, 2026 • 0 Views
Lonjakan Harga Energi Gerus Margin Usaha di Singapura
Lonjakan Harga Energi Gerus Margin Usaha di Singapura

PSPK – 22 April 2026 | Lonjakan harga energi yang terjadi di Singapura memberikan tekanan signifikan pada margin usaha perusahaan di seluruh sektor. Sebuah survei kilat yang dilaksanakan oleh Singapore National Employers Federation pada 10-16 April 2024 mengungkapkan bahwa hampir semua bisnis menghadapi kenaikan biaya operasional.

Survei melibatkan 210 perusahaan dari bidang manufaktur, jasa, dan konstruksi. Hasil utama meliputi:

  • 96% responden melaporkan peningkatan biaya operasional.
  • 41% mengalami kenaikan moderat antara 11% hingga 25%.
  • 19% mengalami lonjakan biaya di atas 25%.

Komponen biaya yang paling terdampak adalah utilitas dan bahan bakar, yang disebutkan oleh 70% responden, diikuti oleh bahan dan pasokan (59%) serta pengiriman udara dan laut (53%).

Selain energi, kenaikan biaya juga meluas ke bahan baku, logistik, dan tenaga kerja, terutama di sektor hospitality, makanan & minuman, serta ritel.

Prospek ke depan menunjukkan kekhawatiran, dengan 39% responden memperkirakan kondisi negatif dalam enam hingga dua belas bulan ke depan karena potensi gangguan perdagangan global dan perubahan rantai pasokan.

Para pemberi kerja meminta dukungan khusus jika harga energi tetap tinggi, termasuk keringanan pajak atau bantuan pendanaan (83%), subsidi energi (77%), dan penundaan perubahan kebijakan ketenagakerjaan (55%).

Kategori Persentase
Kenaikan biaya operasional 96%
Kenaikan moderat (11‑25%) 41%
Kenaikan signifikan (>25%) 19%
Utilitas & bahan bakar terdampak 70%
Bahan & pasokan terdampak 59%
Pengiriman udara & laut terdampak 53%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *