PSPK – 15 April 2026 | Kasus suspek campak di Kabupaten Serang, Banten, terus meningkat sejak awal tahun 2026. Kecamatan Kramatwatu mencatat angka tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.
Puskesmas Kramatwatu bersama TNI, Polri, PMI dan Dinas Kesehatan meluncurkan serangkaian upaya, termasuk Outbreak Response Immunization (ORI), kampanye catch‑up MR, serta penguatan surveilans di posyandu.
Target vaksinasi ditetapkan untuk 8 000 warga, mulai balita hingga dewasa, namun baru sekitar 30 % yang telah menerima vaksin. Kendala utama adalah banyaknya warga yang masih dalam perawatan sehingga belum dapat divaksinasi.
Kapolsek Kramatwatu, Kompol Bai Ma’mun, menambahkan bahwa Bhabinkamtibmas telah mengintensifkan imbauan kepada RT/RW untuk membawa anak‑anak ke fasilitas kesehatan.
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Serang mencatat sekitar 500 kasus suspek antara Januari‑Maret 2026, dengan 10 kasus terkonfirmasi positif secara laboratorium. Mayoritas penderita berusia di bawah lima tahun dan menunjukkan gejala demam tinggi, ruam merah, batuk, pilek, hingga sesak napas.
Petugas kesehatan terus melakukan surveilans aktif, terutama di daerah padat penduduk, dan menekankan pentingnya melengkapi imunisasi serta mengawasi gejala campak untuk mencegah terjadinya KLB.
- Target vaksinasi: 8.000 warga
- Realisasi hingga kini: ~30 %
- Kasus suspek Kramatwatu: 77 (Januari‑14 April 2026)
- Total kasus serang (Januari‑Maret 2026): ~500, dengan 10 positif












