PSPK – 12 April 2026 | Kasus dugaan campak di Kabupaten Lebak menunjukkan tren peningkatan akhir-akhir ini, memicu Dinas Kesehatan setempat memperketat upaya pencegahan. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Nining Tilawah, menekankan pentingnya imunisasi lengkap bagi balita melalui layanan Posyandu yang tersedia di tiap lingkungan.
Imunisasi dianggap sebagai perlindungan dasar yang meningkatkan daya tahan tubuh anak terhadap infeksi. Anak yang sudah divaksin biasanya mengalami gejala yang lebih ringan jika terpapar virus campak, dibandingkan dengan anak yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap.
Data terbaru mencatat ratusan anak di Lebak masuk dalam kategori suspek campak. Walaupun belum semua kasus terkonfirmasi secara laboratorium, potensi penyebaran masih menjadi perhatian serius.
Posyandu tidak hanya memantau tumbuh kembang, tetapi juga berperan sebagai garda terdepan dalam pemberian vaksin seperti campak, difteri, tetanus, dan pertusis. Namun, beberapa kendala masih menghambat peningkatan cakupan imunisasi, antara lain:
- Kekhawatiran orang tua terhadap efek samping ringan seperti demam setelah vaksinasi.
- Keterbatasan waktu bagi orang tua yang bekerja.
- Kurangnya dukungan keluarga atau lingkungan sosial.
Dinas Kesehatan bersama puskesmas berupaya mengatasi hambatan tersebut dengan meningkatkan edukasi melalui Posyandu, melibatkan tokoh masyarakat, serta menegaskan bahwa demam ringan setelah imunisasi merupakan reaksi normal yang bersifat sementara.
Pencegahan dinyatakan jauh lebih efektif dibandingkan pengobatan. Oleh karena itu, Dinkes mengimbau orang tua agar tidak menunda imunisasi dan memastikan anak mendapatkan vaksinasi lengkap sejak usia dini.
Dengan melaksanakan langkah-langkah ini, diharapkan penyebaran campak dapat ditekan dan kesehatan anak di Lebak terjaga.












