PSPK – 31 Mei 2026 | Stunting Masih Jadi PR, Ning Hana Ingatkan Tiga Penyebab Utama yang Wajib Diwaspadai menjadi sorotan utama dalam acara yang digelar di Kantor Kepala Desa Tawangrejo, Kecamatan Jatirejo, pada Selasa (26/5). Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto, Shofiya Hanak Albarra—yang akrab dipanggil Ning Hana—menyampaikan urgensi penurunan angka stunting lewat Gerakan Percepatan Penurunan Stunting (GERCEP) yang dibungkus dalam program Gema Pitu.
Latar Belakang Penurunan Stunting di Mojokerto
Pemkab Mojokerto telah menargetkan penurunan signifikan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor. Program Gema Pitu (Gerakan Bersama Masyarakat di Posyandu Integrasi Terpadu) dirancang untuk memperluas peran posyandu bukan hanya sebagai layanan kesehatan dasar, melainkan juga sebagai pusat edukasi, pemantauan tumbuh kembang, dan pemberdayaan ekonomi keluarga.
Tiga Penyebab Utama Stunting
Dalam sambutannya, Ning Hana menegaskan tiga penyebab utama yang harus diwaspadai oleh masyarakat: pola makan yang tidak seimbang, pola asuh orang tua yang kurang optimal, serta lingkungan yang tidak mendukung perilaku hidup sehat. “Stunting Masih Jadi PR, Ning Hana Ingatkan Tiga Penyebab Utama yang Wajib Diwaspadai,” ujarnya, menekankan perlunya intervensi gizi, edukasi parenting, dan perbaikan sanitasi.
- Pola makan: Kekurangan mikronutrien seperti zat besi, vitamin A, dan protein dapat menghambat pertumbuhan anak.
- Pola asuh: Kurangnya pengetahuan orang tua tentang pemberian ASI eksklusif, makanan pendamping ASI, dan stimulasi perkembangan.
- Lingkungan: Sanitasi buruk, air tidak bersih, serta kurangnya praktik higienis meningkatkan risiko infeksi yang mengganggu penyerapan nutrisi.
Implementasi Program Gema Pitu di Lapangan
Acara dimulai dengan senam bersama dan penampilan Tari Reresek, diikuti oleh kunjungan perpustakaan desa yang menyediakan bahan bacaan tentang gizi dan kesehatan anak. Berbagai kalangan—ibu hamil, ibu balita, lansia, hingga karang taruna—berpartisipasi aktif. Ning Hana meninjau layanan posyandu yang mencakup pemeriksaan kesehatan gratis, pemantauan pertumbuhan di PAUD Desa Tawangrejo, serta edukasi menu makanan sehat yang mudah diolah di rumah.
Sinergi Lembaga dan OPD
Program mendapat dukungan kuat dari Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Dinas P2KBP2 Kabupaten Mojokerto. Pendampingan lapangan melibatkan pendataan 35 lansia, 19 ibu balita, serta satu ibu hamil, memastikan intervensi tepat sasaran. “Stunting Masih Jadi PR, Ning Hana Ingatkan Tiga Penyebab Utama yang Wajib Diwaspadai” menjadi mantra yang menggerakkan seluruh pihak untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang, pola asuh positif, dan perilaku hidup bersih.
Dampak yang Diharapkan
Dengan pendekatan terpadu, diharapkan angka stunting di Kabupaten Mojokerto menurun secara signifikan dalam jangka menengah. Edukasi berkelanjutan di posyandu, peningkatan kualitas makanan rumah tangga, serta perbaikan sanitasi lingkungan akan menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, PKK, serta masyarakat desa, program Gema Pitu berpotensi menjadi model bagi daerah lain dalam upaya menanggulangi stunting. Kesadaran kolektif dan aksi nyata menjadi kunci utama untuk mengubah tren negatif menjadi harapan baru bagi anak‑anak Indonesia.












