PSPK – 15 April 2026 | Jakarta, 14 April 2026 – Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa kombinasi kebijakan moneter dan makroprudensial yang diterapkan saat ini berada pada jalur yang tepat untuk menjaga stabilitas makroekonomi nasional di tengah tekanan dan ketidakpastian global.
Fokus Kebijakan Saat Ini
Perry Warjiyo menjelaskan bahwa prioritas utama kebijakan meliputi penguatan ketahanan eksternal melalui tiga pilar utama:
- Penyesuaian suku bunga yang responsif terhadap kondisi inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
- Stabilisasi nilai tukar melalui intervensi di pasar valuta asing bila diperlukan.
- Penjagaan kecukupan likuiditas di dalam negeri untuk mendukung sektor riil.
Upaya tersebut didukung oleh komitmen pemerintah untuk menjaga disiplin fiskal, khususnya dengan mempertahankan defisit anggaran di bawah ambang batas 3 % PDB melalui reformasi subsidi dan pergeseran belanja ke sektor produktif.
Sentimen Investor Global
Dalam agenda IMF Spring Meeting 2026 di Amerika Serikat, Perry Warjiyo menyampaikan bahwa persepsi investor internasional terhadap Indonesia tetap positif. Kredibilitas kebijakan dan konsistensi otoritas dianggap sebagai faktor utama yang memperkuat kepercayaan investor, sebagaimana dilaporkan oleh media internasional seperti Bloomberg dan Reuters.
Diskusi Internasional tentang Stabilitas
Perry berpartisipasi dalam forum “Stability in an Age of Shocks: Rethinking Macro Policy in a Fragmented World”, berdialog dengan ekonom Harvard Jeffrey A. Frankel dan ekonom Indonesia M. Chatib Basri. Diskusi menyoroti tantangan yang muncul dari fragmentasi perdagangan, ketegangan geopolitik, dan volatilitas pasar keuangan yang semakin sulit diprediksi.
Strategi Sinergi Kebijakan
Bank Indonesia menilai bahwa kombinasi kebijakan yang kredibel, fleksibel, dan terkoordinasi menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tahan ekonomi nasional dalam menghadapi guncangan eksternal di masa mendatang.
Dengan landasan kebijakan yang solid dan dukungan dari komunitas investor, prospek ekonomi Indonesia diperkirakan akan tetap berada pada lintasan pertumbuhan yang stabil, meski menghadapi dinamika global yang kompleks.












