PSPK – 09 April 2026 | Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Hendrikus Rani Siga, menegaskan pentingnya pembelian tiket melalui aplikasi SiOra sebelum memasuki kawasan Taman Nasional Komodo (TNK). Imbauan tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat bersama anggota DPRD Manggarai Barat pada 8 April.
Rapat itu menanggapi keluhan wisatawan yang gagal mendaki puncak Pulau Padar karena tidak memiliki tiket resmi. Hendrikus menyarankan agar tiket dibeli di Labuan Bajo jauh sebelum keberangkatan, sehingga jika kuota harian sudah penuh kunjungan dapat dijadwalkan ulang ke hari berikutnya.
Penetapan kuota 1.000 orang per hari diharapkan memberi efek positif bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Labuan Bajo. Wisatawan yang tidak dapat masuk TNK dapat menikmati destinasi sekitar, sehingga aliran pendapatan tetap terjaga. Kebijakan ini masih berada dalam masa transisi dan dapat disesuaikan.
Anggota DPRD juga menuntut agar agen wisata lokal diprioritaskan dalam alokasi kuota, guna memperkuat peran ekonomi daerah.
Awal polemik
Polemik muncul setelah seorang pemandu wisata terlibat konfrontasi dengan petugas BTNK di loket Pulau Padar pada 28 Maret. Video insiden tersebut beredar di media sosial dengan tuduhan bahwa lebih dari seribu wisatawan menumpuk di pulau tanpa dapat menikmati layanan karena tiket tidak tercatat. Kejadian serupa terjadi lagi pada 4 April, ketika 24 wisatawan dilarang mendaki karena kuota harian telah habis.
Dasar kebijakan
Kuota didasarkan pada Kajian Daya Dukung Daya Tampung (DDDT) tahun 2018 yang disusun oleh P3E Bali-Nusa Tenggara dan World Wildlife Fund (WWF). Batas maksimal ditetapkan 1.000 orang per hari atau 365.000 orang per tahun. Lebih dari itu dianggap over‑tourism dan memicu peringatan.
- Target kunjungan tahunan: 365.000 orang
- Distribusi kunjungan: Juli – 63.133 orang; Januari – 12.609 orang
- Lokasi utama: Loh Buaya (Pulau Rinca), Pulau Padar selatan, Loh Liang (Pulau Komodo), serta 23 titik penyelaman
TNK memegang tiga status internasional—Situs Warisan Dunia UNESCO, Cagar Biosfer, dan New 7 Wonders of Nature—sehingga kebijakan tidak dapat dinegosiasikan.
Masalah teknis
Koordinator Humas BTNK, Maria Rosdalima Panggur, mengungkapkan bahwa selama Januari hingga Maret kunjungan hanya mencapai 42.874 orang, jauh di bawah target 90.000. Sistem SiOra semasa uji coba sempat melampaui batas kuota karena belum terintegrasi sepenuhnya. Perbaikan sedang dilakukan.
Hendrikus menekankan pentingnya adaptasi tour operator dalam merancang paket kunjungan yang menghitung kuota harian, sehingga wisatawan tidak mengalami kekecewaan di lapangan.












