Project Seru Penuh Kejutan

The Doctor Ditangkap di Penang: Jeratan Besar Jaringan Narkoba yang Terkait Mantan Kapolres Bima

April 8, 2026 • 0 Views
The Doctor Ditangkap di Penang: Jeratan Besar Jaringan Narkoba yang Terkait Mantan Kapolres Bima
The Doctor Ditangkap di Penang: Jeratan Besar Jaringan Narkoba yang Terkait Mantan Kapolres Bima

PSPK – 08 April 2026 | Tim gabungan Bareskrim Polri dan Hubungan Internasional Polri berhasil menggagalkan upaya pelarian buronan narkotika yang dikenal dengan nama alias “The Doctor” atau AF pada 5 April 2026. Penangkapan ini terjadi di Penang, Malaysia, setelah AF masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan menjadi target operasi lintas negara.

Operasi Penangkapan dan Proses Pengawalan

Brigjen Eko Hadi Santoso, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, mengonfirmasi bahwa AF berhasil ditangkap pada Minggu, 5 April 2026. Saat ini, AF berada dalam penerbangan kembali ke Indonesia dengan pengawalan penuh aparat kepolisian, memastikan tidak ada upaya melarikan diri lebih lanjut.

Jaringan Narkoba dan Keterkaitan dengan Mantan Kapolres Bima

Investigasi mengungkap bahwa AF berperan sebagai pemasok utama narkotika bagi jaringan yang dipimpin oleh EBI alias KE (57). EBI sendiri merupakan figur penting yang sebelumnya ditangkap pada 26 Februari 2026 di perairan Pematang Silo, Sumatera Utara, saat hendak menyeberang ke Malaysia menggunakan kapal tradisional. Penangkapan EBI berhasil mencegah penyebaran lebih luas ke wilayah Malaysia.

EBI memiliki hubungan dekat dengan mantan Kapolres Bima Kota, AKBP DPK, yang kini menjadi sorotan publik. Dalam penyelidikan, AF diketahui memasok sabu kepada EBI untuk diedarkan di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat. Transaksi antara keduanya tercatat dua kali pada Januari 2026, masing-masing melibatkan pembelian 2 kilogram sabu senilai Rp 400 juta dan 3 kilogram sabu dengan nilai yang sama.

Ragam Narkotika yang Disalurkan AF

Selain sabu, AF juga menyediakan jenis narkotika lain, termasuk vape yang mengandung etomidate serta minuman berlabel “happy water”. Menurut Brigjen Eko, AF memiliki jaringan distribusi yang meluas ke wilayah Riau, di mana ia memasok cartridge vape berisi etomidate bermerek F dan L melalui jalur laut, masuk lewat pelabuhan Dumai.

Modus pengiriman sabu bervariasi, mulai dari penyamaran dalam boneka hingga pembungkusan dalam kotak kado yang dikirim lewat kargo. Teknik ini menunjukkan tingkat keahlian dan upaya penyamaran yang tinggi untuk mengelabui pihak berwenang.

Reaksi Pihak Berwenang dan Langkah Selanjutnya

Brigjen Eko menilai bahwa penangkapan AF merupakan hasil kerja cepat dan terukur, mengingat koordinasi lintas negara yang melibatkan aparat Malaysia. Ia menegaskan bahwa proses ekstradisi akan dipercepat setelah AF tiba di tanah air, dengan harapan dapat mengungkap jaringan lebih luas yang masih beroperasi.

Pihak kepolisian juga menyiapkan langkah-langkah hukum terhadap mantan Kapolres Bima serta mantan Kasatresnarkoba Polres Bima, AKP M, yang diduga terlibat dalam jaringan distribusi narkotika tersebut. Penyelidikan lanjutan diharapkan dapat mengidentifikasi semua pihak yang berkontribusi pada peredaran narkoba di wilayah Indonesia Timur.

Implikasi Terhadap Keamanan Nasional

Kasus ini menegaskan pentingnya kerja sama internasional dalam memerangi perdagangan narkotika lintas batas. Penangkapan AF di Malaysia menjadi contoh nyata bagaimana koordinasi antara Bareskrim Polri, Hubinter Polri, dan aparat penegak hukum negara tetangga dapat menghasilkan hasil yang signifikan.

Dengan keberhasilan ini, diharapkan pesan tegas dapat tersampaikan kepada jaringan narkotika bahwa tidak ada tempat aman bagi pelaku kejahatan narkotika, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Pengungkapan jaringan yang melibatkan mantan aparat kepolisian menambah urgensi bagi pemerintah untuk memperkuat integritas institusi keamanan serta meningkatkan pengawasan terhadap alur distribusi narkotika yang semakin canggih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *