PSPK – 07 April 2026 | Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 6 April mengecam sekutu NATO yang menurutnya tidak mau mendukung AS dalam konflik di Iran, sekaligus menegaskan kembali keinginannya menguasai Greenland.
Trump menjelaskan bahwa ia pernah meminta bantuan NATO secara informal, namun mendapat jawaban ‘Tidak, tidak, tidak, kami tidak akan membantu’. Ia menambahkan bahwa anggota aliansi justru berusaha menghindari peran aktif.
Ia menyebut NATO sebagai “macan kertas” yang tidak menakuti Presiden Rusia Vladimir Putin, menuding aliansi tersebut lemah dan tidak berdaya.
Kunjungan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte ke Washington dijadwalkan akhir pekan ini, dan pada Rabu ia diperkirakan akan bertemu dengan Trump, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth.
Isu Greenland kembali mencuat. Trump menegaskan “Kami menginginkan Greenland, mereka tidak mau memberikannya, maka selamat tinggal.” Greenland adalah wilayah otonom Denmark, anggota NATO, dan klaim tersebut telah lama ditolak oleh pemerintah Denmark serta aliansi NATO.
Selain NATO, Trump juga mengkritik sekutu non‑NATO seperti Korea Selatan, Australia, dan Jepang karena tidak membantu dalam perang melawan Iran. Di sisi lain, ia memuji dukungan dari negara‑negara Teluk, antara lain:
- Arab Saudi
- Kuwait
- Bahrain
- Qatar
- Uni Emirat Arab
Pernyataan Trump menambah ketegangan dalam hubungan AS‑NATO menjelang pertemuan tingkat tinggi, sekaligus mengangkat kembali pertanyaan tentang arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat di era pasca‑presidenannya.










