Project Seru Penuh Kejutan

AirAsia X Tunjuk Komisaris Utama Non-Eksekutif Baru, Perkuat Ketahanan di Tengah Gejolak Global

April 6, 2026 • 0 Views
AirAsia X Tunjuk Komisaris Utama Non-Eksekutif Baru, Perkuat Ketahanan di Tengah Gejolak Global
AirAsia X Tunjuk Komisaris Utama Non-Eksekutif Baru, Perkuat Ketahanan di Tengah Gejolak Global

PSPK – 06 April 2026 | AirAsia X resmi mengumumkan penunjukan Tan Sri Jamaludin sebagai Komisaris Utama Non‑Eksekutif, sebagai bagian dari langkah strategis grup untuk memperkuat ketahanan di tengah kenaikan biaya bahan bakar dan ketidakpastian industri penerbangan global.

Tan Sri Jamaludin menyebut bergabung pada momentum penting setelah grup mengkonsolidasikan tujuh entitas maskapai menjadi satu entitas yang lebih solid. Ia menekankan bahwa meski kondisi global tidak menentu, fondasi grup tetap kuat berkat struktur biaya yang efisien, jaringan ASEAN yang luas, serta sistem konektivitas Fly‑Thru yang responsif.

Jamaludin juga mengungkapkan rencana ekspansi lewat penambahan pesanan dan sewa pesawat baru untuk memperluas jaringan ke destinasi‑destinasi baru, serta menegaskan komitmen pada kelincahan operasional dan tata kelola yang kuat.

Tony Fernandes, penasihat AirAsia X, menilai kedalaman pengalaman dan tata kelola yang dibawa Jamaludin akan memperkuat fungsi Dewan Komisaris serta melengkapi kapabilitas tim manajemen dalam meningkatkan performa. Ia juga menyoroti peran ekosistem Capital A sebagai pilar utama dalam menurunkan biaya melalui sinergi AirAsia MOVE, optimalisasi biaya oleh ADE, dan pemanfaatan teknologi AirAsia NEXT.

Sementara itu, Bo Lingam, Group CEO AirAsia X, menegaskan permintaan perjalanan ke destinasi ASEAN tetap kuat meski tantangan semakin berat. Untuk mengatasi lonjakan harga avtur global, grup menerapkan penyesuaian tarif terukur, termasuk penerapan satu kali fuel surcharge di seluruh jaringan.

AirAsia X juga mengoptimalkan jaringan dengan mengalihkan kapasitas ke rute yang lebih menguntungkan, memaksimalkan konektivitas Fly‑Thru melalui Kuala Lumpur dan Bangkok, serta aktif bernegosiasi dengan mitra strategis guna mengendalikan biaya. Reactivasi armada secara bertahap diproyeksikan menurunkan unit cost, sementara penguatan mata uang ASEAN berfungsi sebagai natural hedge terhadap biaya berbasis USD.

Dengan kombinasi kepemimpinan baru, strategi biaya yang disiplin, dan dukungan ekosistem Capital A, AirAsia X berharap dapat menjaga kelangsungan operasional sekaligus memperluas jejaknya di pasar regional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *