Project Seru Penuh Kejutan

Airlangga Klaim Ekonomi RI Tangguh di Tengah Gejolak Global, Tumbuh di Atas 5%

April 14, 2026 • 0 Views
Airlangga Klaim Ekonomi RI Tangguh di Tengah Gejolak Global, Tumbuh di Atas 5%
Airlangga Klaim Ekonomi RI Tangguh di Tengah Gejolak Global, Tumbuh di Atas 5%

PSPK – 14 April 2026 | Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pada konferensi pers internasional Senin (13/4/2026) bahwa perekonomian Indonesia tetap kuat meski menghadapi ketidakpastian global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah. Menurutnya, kondisi fundamental makroekonomi kini jauh lebih solid dibandingkan krisis 1998.

Airlangga menyampaikan proyeksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar 5,11% secara tahunan pada 2025, menempatkan negara ini di antara ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di G20, hanya di bawah India. Untuk 2026, pemerintah optimis pertumbuhan dapat melampaui 5,3%, dengan estimasi kuartal I sekitar 5,5%.

Dari perspektif fiskal, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dipertahankan di bawah batas 3% PDB, yakni sekitar 2,92%. Rasio utang pemerintah berada di kisaran 40% PDB dan mayoritas didanai oleh sumber domestik, sehingga lebih tahan terhadap tekanan eksternal. Kepemilikan asing atas surat utang negara masih rendah, mengurangi risiko arus keluar modal.

Risiko resesi diperkirakan rendah, hanya sekitar 5% menurut beberapa lembaga riset global. Faktor utama yang mendukung ketahanan ekonomi meliputi konsumsi domestik yang menyumbang lebih dari setengah PDB, serta dukungan sektor pangan dan energi. Cadangan devisa nasional tercatat sekitar US$148,2 miliar, cukup untuk menutup impor selama enam bulan.

Indikator kesejahteraan juga menunjukkan perbaikan: tingkat kemiskinan turun menjadi 8,25%, pengangguran terbuka berada di 4,7%, dan ketimpangan pendapatan menurun. Inflasi berada dalam kendali, meski tidak disebutkan angka spesifik.

Berbagai lembaga internasional seperti IMF dan World Bank memperkirakan pertumbuhan ekonomi global hanya 2,6%–3,3%, jauh di bawah proyeksi Indonesia. Analisis media internasional, termasuk Reuters dan Bloomberg, menyoroti kekuatan konsumsi domestik dan kebijakan fiskal disiplin sebagai faktor utama ketahanan ekonomi Indonesia.

Indikator 2025 2026 (perkiraan)
Pertumbuhan PDB (yoy) 5,11 % >5,3 % (kuartal I ≈5,5 %)
Defisit APBN 2,92 % PDB ≤3 % PDB
Rasio Utang ≈40 % PDB ≈40 % PDB
Cadangan Devisa US$148,2 miliar Stabil
Kemiskinan 8,25 % Diproyeksikan turun
Pengangguran Terbuka 4,7 % Stabil

Dengan kombinasi pertumbuhan yang stabil, defisit yang terjaga, serta indikator sosial yang membaik, pemerintah menilai ekonomi Indonesia berada pada jalur ekspansi yang aman di tengah gejolak ekonomi global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *