PSPK – 06 April 2026 | Jakarta – Di pasar atau supermarket, deretan ubi jalar berwarna putih, kuning, hingga ungu sering membuat konsumen bingung memilih. Meskipun tampak serupa, setiap varian memiliki karakter rasa, tekstur, dan manfaat kesehatan yang unik.
Ubi Jalar Putih: Sang Penjaga Serat
Ubi putih memiliki daging yang relatif padat dan agak kering setelah dimasak. Rasa manisnya ringan, cocok bagi yang tidak menyukai rasa terlalu manis. Kelebihan utama adalah kandungan seratnya yang tinggi, membantu melancarkan pencernaan. Biasanya diolah menjadi ubi goreng, kolak tradisional, atau sebagai bahan tambahan dalam sup.
Ubi Jalar Kuning/Oranye: Si Penyinar Kulit
Ubi kuning menawarkan tekstur lembut, basah, dan rasa manis yang lebih menonjol, terutama bila dipanggang hingga karamelisasi. Warna oranye menandakan banyaknya beta‑karoten (vitamin A) yang berperan penting bagi kesehatan mata dan kulit, memberikan efek “glow” dari dalam. Pilihan populer meliputi roasted sweet potato, mashed sweet potato, dan ubi cilembu panggang.
Ubi Jalar Ungu: Sang Anti‑Oksidan
Ubi ungu menonjol dengan warna violet yang instagrammable. Dagingnya padat namun tetap lembut, dengan aroma wangi khas dan rasa manis dengan sentuhan kacang. Kandungan antosianin yang tinggi menjadikannya anti‑oksidan kuat untuk melawan radikal bebas dan mendukung proses anti‑aging. Sering dijadikan bahan dessert, kue, atau minuman seperti purple potato latte.
Panduan Memilih Sesuai Kebutuhan
- Pencernaan lancar: Pilih ubi putih.
- Kulit berseri dan mata sehat: Pilih ubi kuning.
- Anti‑aging dan tampilan estetis: Pilih ubi ungu.
Tips praktis, ganti‑ganti jenis ubi setiap hari agar tubuh memperoleh semua manfaat sekaligus menambah variasi pada menu harian.
Penulis: Secillia Nur Hafifah












