PSPK – 05 April 2026 | Pada Sabtu, 4 April 2024, pemerintah India mengumumkan bahwa kapal tanker LPG berbendera India, Green Sanvi, telah berhasil melintasi Selat Hormuz dengan selamat. Kapal tersebut membawa sekitar 46.650 metrik ton (MT) LPG dan menampung 25 awak kapal.
Penyeberangan ini terjadi setelah serangkaian ketegangan militer antara Amerika Serikat‑Israel dan Iran, yang menyebabkan Iran menutup secara de‑facto lalu lintas maritim di Selat Hormuz. Selat tersebut merupakan jalur strategis utama bagi pengiriman minyak mentah dan gas dunia, sehingga penutupan sebagian wilayahnya menimbulkan kekhawatiran akan gangguan pasokan energi global.
India, sebagai pembeli LPG terbesar kedua di dunia, telah mengambil langkah proaktif untuk mengamankan rute pengiriman selama tiga minggu terakhir. Kementerian Perhubungan melaporkan bahwa selain Green Sanvi, masih ada 17 kapal berbendera India dengan total 460 awak kapal yang berada di wilayah Teluk Persia bagian barat.
| Parameter | Detail |
|---|---|
| Nama Kapal | Green Sanvi |
| Muatan LPG | 46.650 MT |
| Jumlah Awak | 25 orang |
| Asal | India |
| Tujuan | Belum diungkapkan |
Data dari layanan pelacakan kapal Marine Traffic mengkonfirmasi status Indonesia kapal tersebut sebagai tanker LPG berbendera India. Lembaga penyiaran publik All India Radio menyebut Green Sanvi sebagai kapal tanker LPG ketujuh yang berhasil menembus Selat Hormuz sejak konflik di Timur Tengah dimulai.
India mengimpor sekitar 60 % kebutuhan LPG domestik dan selama sebulan terakhir mengalami krisis gas akibat gangguan impor. Pemerintah New Delhi merespons dengan menerapkan kontrol ketat terhadap distribusi gas alam dan LPG untuk memasak, memprioritaskan pasokan rumah tangga serta membatasi alokasi untuk sektor industri.
Secara diplomatik, India mempertahankan hubungan yang kuat dengan Tehran, namun secara bertahap memperluas kerja sama dengan Israel di bidang pertahanan, pertanian, teknologi, dan keamanan siber. Keberhasilan penyeberangan Green Sanvi mencerminkan upaya India menjaga kestabilan pasokan energi sekaligus menavigasi dinamika geopolitik yang kompleks.












