PSPK – 31 Maret 2026 | Jakarta, 26 Maret 2026 – Pasar logam mulia kembali menjadi sorotan investor setelah harga emas 24 karat Antam menunjukkan tanda stagnasi pada minggu ini, sementara harga buyback mengalami penurunan. Data resmi Logam Mulia mengindikasikan bahwa gram emas Antam diperdagangkan pada level Rp2.807.000, tidak berubah signifikan dari penutupan pekan sebelumnya. Di sisi lain, harga buyback turun Rp36.000 menjadi Rp2.425.000 per gram, menandakan penurunan daya beli bagi pemilik emas yang ingin menjual kembali ke Antam.
Pergerakan Harga Antam pada 26 Maret 2026
Harga emas Antam pada 26 Maret 2026 tercatat pada Rp2.807.000 per gram, menandai konsistensi setelah sempat mencapai rekor tertinggi Rp3.168.000 per gram pada akhir Januari 2026. Penurunan sebesar Rp30.000 per gram yang terjadi pada 30 Maret 2026 tidak mempengaruhi level pada hari Kamis, sehingga pasar menganggap harga tersebut berada dalam zona stabil selama tiga hari terakhir. Stabilitas ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal seperti pergerakan dolar AS, kebijakan moneter global, serta sentimen risiko di pasar saham.
Perbandingan dengan Kompetitor: Pegadaian dan Hartadinata
Walaupun Antam menunjukkan harga yang relatif stagnan, dua pemain utama lain di pasar logam mulia Indonesia, yaitu Pegadaian dan Hartadinata (HRTA Gold), tetap mempertahankan harga yang hampir sejajar. Berikut ringkasan harga per gram pada tanggal yang sama:
| Produk | 0,5 gram | 1 gram | 5 gram | 10 gram | 25 gram | 100 gram | 1.000 gram |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Antam | Rp1.453.500 | Rp2.807.000 | Rp13.850.000 | Rp27.620.000 | Rp68.787.000 | Rp274.912.000 | Rp2.747.600.000 |
| Pegadaian (Galeri24) | Rp1.479.000 | Rp2.818.000 | Rp12.645.000 | Rp25.240.000 | Rp63.000.000 | Rp251.800.000 | Rp2.505.000.000 |
| Hartadinata (HRTA Gold) | Rp1.337.500 | Rp2.565.000 | Rp12.645.000 | Rp25.240.000 | Rp63.000.000 | Rp251.800.000 | Rp2.505.000.000 |
Perbandingan ini menunjukkan bahwa perbedaan harga antara ketiga penyedia tidak signifikan, yang mencerminkan kesejajaran pasar logam mulia pada saat ini.
Analisis Harga Buyback dan Implikasi Pajak
Buyback Antam turun menjadi Rp2.425.000 per gram, mencatat penurunan Rp36.000 dalam satu hari. Penurunan ini sejalan dengan kebijakan internal Antam yang menyesuaikan margin pembelian kembali berdasarkan kondisi likuiditas dan fluktuasi harga spot. Penting untuk dicatat bahwa transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10.000.000 dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5% sesuai PMK No.81/2024. Pajak tersebut dipotong otomatis pada saat penjualan, sehingga investor harus memperhitungkan dampak pajak dalam perencanaan penjualan emas.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas Saat Ini
- Nilai Tukar Dolar AS: Dolar tetap kuat terhadap rupiah, menurunkan daya beli lokal terhadap komoditas berbasis dolar seperti emas.
- Kebijakan Moneter Global: Kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat menurunkan daya tarik aset safe haven, termasuk emas.
- Sentimen Risiko Geopolitik: Konflik di Timur Tengah dan ketegangan perdagangan mengurangi volatilitas jangka pendek, membantu menstabilkan harga.
- Permintaan Domestik: Permintaan dari kalangan perorangan untuk investasi jangka panjang tetap tinggi, namun tidak cukup kuat untuk mendorong kenaikan signifikan.
Rangkuman dan Outlook
Harga emas Antam pada 26 Maret 2026 berada dalam zona stabil di Rp2.807.000 per gram, sementara harga buyback mengalami penurunan ringan menjadi Rp2.425.000 per gram. Kondisi ini mencerminkan keseimbangan antara tekanan eksternal (nilai tukar, kebijakan moneter) dan permintaan domestik yang tetap kuat. Investor yang menargetkan kepemilikan jangka panjang dapat melihat stabilitas ini sebagai peluang masuk, namun harus memperhitungkan potensi penurunan buyback dan beban pajak pada transaksi besar. Kedepannya, pergerakan dolar dan kebijakan suku bunga global akan menjadi penentu utama arah harga emas di pasar Indonesia.












