PSPK – 30 Maret 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak dalam kisaran sempit pada perdagangan Senin, 30 Maret 2026. Investor cenderung menahan posisi sambil menunggu kejelasan dari sejumlah indikator ekonomi penting, baik domestik maupun global.
Faktor utama yang menahan pergerakan IHSG adalah kurangnya sentimen kuat dalam jangka pendek. Fokus kini beralih pada rilis data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia, yang diyakini akan menjadi penentu arah pasar selanjutnya. Data tersebut akan memberikan gambaran tentang daya beli masyarakat serta kinerja ekspor‑impor nasional.
Di sisi eksternal, tekanan tambahan datang dari lonjakan harga minyak dunia. Harga minyak diproyeksikan dapat menembus US$112,2 per barel akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta gangguan pada jalur distribusi di Selat Hormuz. Kenaikan ini dapat memperlebar defisit neraca perdagangan migas Indonesia, menambah beban impor energi, dan memicu inflasi domestik.
| Level | Harga (poin) |
|---|---|
| Support | 7.000 |
| Resistance | 7.100 |
Dengan kondisi tersebut, ruang gerak IHSG menjadi terbatas. Investor disarankan tetap selektif dalam memilih saham, terutama pada sektor yang relatif tahan terhadap gejolak eksternal seperti konsumen non‑mewah, utilitas, dan perusahaan yang memiliki eksposur energi rendah.
Secara singkat, pergerakan IHSG diprediksi akan tetap konsolidatif hingga muncul katalis baru yang lebih kuat, baik dari data ekonomi domestik maupun pergerakan harga komoditas global.












