Project Seru Penuh Kejutan
Berita  

Instan di Mulut, Fatal di Tubuh: Mengapa Jamu Efek Cepat Sangat Berbahaya bagi Kesehatan?

July 14, 2026 • 0 Views
Instan di Mulut, Fatal di Tubuh: Mengapa Jamu Efek Cepat Sangat Berbahaya bagi Kesehatan?
Instan di Mulut, Fatal di Tubuh: Mengapa Jamu Efek Cepat Sangat Berbahaya bagi Kesehatan?

Pengantar

PSPK – 14 Juli 2026 | Di tengah maraknya penggunaan jamu sebagai alternatif pengobatan, isu tentang keamanan produk herbal semakin mengemuka. Artikel ini mengupas tuntas fenomena “Instan di Mulut, Fatal di Tubuh: Mengapa Jamu Efek Cepat Sangat Berbahaya bagi Kesehatan?” yang saat ini menjadi perhatian serius dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Bahaya Jamu Mengandung Bahan Kimia Obat (BKO)

BPOM mengungkapkan bahwa banyak produk jamu yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) yang berbahaya bagi kesehatan. Temuan ini semakin mengkhawatirkan mengingat banyaknya produk jamu pegal linu yang dipercaya dapat memberikan efek cepat. Dalam enam tahun terakhir, praktik penambahan BKO dalam produk jamu bukanlah hal baru dan telah berlangsung secara berulang. Beberapa bahan kimia yang sering digunakan antara lain Sildenafil Sitrat, Deksametason, dan Sibutramin.

Devana Ardiaty, S.Farm., Apt, seorang Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda di Balai Besar POM di Serang, menjelaskan bahwa pola penggunaan BKO ini dilakukan dengan tujuan agar konsumen merasakan manfaat dengan cepat. “Semakin cepat efek yang dirasakan, semakin besar pula kepercayaan konsumen,” ujarnya. Namun, di balik efek instan yang ditawarkan, terdapat risiko kesehatan yang serius.

Dampak Kesehatan Mengkonsumsi Jamu Berbahaya

Menurut Devana, konsumsi produk jamu dengan kandungan BKO dapat menyebabkan berbagai penyakit serius, seperti pengeroposan tulang, serangan jantung, stroke, dan bahkan kematian mendadak. Masyarakat yang terjebak dalam keinginan untuk mendapatkan hasil instan sering kali tidak menyadari bahaya ini. “Mereka hanya menginginkan hasil yang cepat terasa, dan celah inilah yang dimanfaatkan oleh pelaku usaha ilegal,” jelasnya.

Data Mengenai Produk Jamu Berbahaya

Data dari BPOM menunjukkan bahwa selama periode 2020-2026, terdapat 449 produk jamu yang mengandung BKO yang beredar di Indonesia. Sebagian besar produk tersebut merupakan ilegal, dengan 51,22 persen mencantumkan nomor izin edar fiktif, 33,63 persen tidak terdaftar, dan 17,37 persen telah dibatalkan nomor izin edarnya. Produk-produk ini umumnya memiliki klaim yang menggiurkan, seperti meningkatkan stamina pria, mengatasi pegal linu, dan pelangsing, yang semuanya menawarkan efek yang ingin dirasakan dalam waktu singkat.

Pentingnya Keberhatian dalam Memilih Produk

Devana menekankan pentingnya kewaspadaan saat membeli produk jamu. Konsumen disarankan untuk memeriksa kemasan, label, izin edar, dan tanggal kadaluwarsa. Selain itu, mereka harus waspada terhadap klaim yang berlebihan yang menyatakan bahwa produk dapat mengatasi berbagai keluhan penyakit. “Dalam dunia kesehatan, tidak ada satu produk yang mampu menjadi solusi untuk semua masalah,” tegasnya.

Kesadaran Masyarakat Terhadap Kesehatan

Devana juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpukau dengan efek instan yang ditawarkan oleh produk-produk jamu. Ia menekankan bahwa kesehatan seharusnya bukan hanya tentang hasil yang cepat, tetapi tentang perlindungan bagi tubuh dalam jangka panjang. “Kesehatan bukan tentang hasil yang instan, tetapi tentang perlindungan bagi tubuh dalam jangka panjang,” pungkasnya. Dengan pemahaman ini, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam memilih produk kesehatan yang aman dan terpercaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *