PSPK – 10 Juli 2026 | PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, atau BRI, berhasil menunjukkan keberhasilan signifikan dalam menekan cost of fund dan memperkuat profitabilitas di bawah supervisi Danantara. Dalam kondisi ekonomi global yang penuh tantangan, BRI terus berkomitmen untuk melakukan transformasi bisnis dengan mengedepankan efisiensi dan keberlanjutan dalam struktur pendanaan.
Strategi yang diterapkan BRI berfokus pada peningkatan dana murah, atau Current Account Saving Account (CASA), yang berfungsi untuk menurunkan biaya dana (cost of fund) dan meningkatkan kualitas pertumbuhan bisnis. Hingga Maret 2026, BRI berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.555,1 triliun, mencatat pertumbuhan 9,4% secara tahunan. Dari total DPK tersebut, CASA mendominasi dengan kontribusi sebesar Rp1.058,6 triliun, yang setara dengan 68,07% dari total DPK, meningkat dari 65,77% pada periode yang sama tahun lalu.
Efisiensi pendanaan ini terbukti dari penurunan cost of fund BRI yang turun dari 2,98% pada Triwulan I 2025 menjadi 2,33% pada Triwulan I 2026, mencerminkan penurunan signifikan sebesar 65 basis poin. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa penguatan CASA merupakan salah satu strategi utama dalam program transformasi yang tengah dijalankan oleh perusahaan. “Peningkatan CASA memberikan dampak langsung terhadap efisiensi biaya dana dan kualitas struktur pendanaan Perseroan. Dengan fondasi yang semakin kuat, BRI dapat menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, profitabilitas, dan pengelolaan risiko,” ujarnya.
Secara keseluruhan, hingga Triwulan I 2026, total aset BRI Group tumbuh 7,2% YoY menjadi Rp2.250 triliun, sementara kredit dan pembiayaan juga mengalami pertumbuhan yang mengesankan sebesar 13,7% menjadi Rp1.562 triliun. Laba bersih konsolidasian BRI juga meningkat 13,7% menjadi Rp15,5 triliun, menunjukkan kinerja Perseroan yang kuat di tengah tantangan yang ada.
Dalam konteks ini, Chief Operating Officer BPI Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menekankan pentingnya transformasi menyeluruh di perusahaan-perusahaan BUMN. Danantara berperan aktif untuk memastikan bahwa BUMN tidak hanya tumbuh dari sisi skala bisnis, tetapi juga semakin sehat dari sisi tata kelola, efisiensi, dan manajemen risiko. Ia menambahkan, “Kami ingin membangun risk management dan tata kelola yang kuat karena hanya perusahaan yang dikelola dengan baik yang dapat sustain di masa depan.”
Dengan penguatan struktur pendanaan dan fokus pada efisiensi biaya, BRI menunjukkan bahwa mereka tidak hanya mampu bertahan dalam dinamika ekonomi yang berubah, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi perekonomian nasional. BRI Sukses Tekan Cost of Fund dan Perkuat Profitabilitas di Bawah Supervisi Danantara menunjukkan bahwa dengan strategi yang tepat, keberlanjutan dan pertumbuhan yang sehat dapat dicapai.












