PSPK – 14 Juli 2026 | Film terbaru berjudul Sofia yang diangkat oleh rumah produksi Lasisi Pictures, menghadirkan Anantya Kirana hingga Wulan Guritno Adu Peran di Film Sofia, Hadapi Kekerasan Mengerikan. Film ini merupakan sebuah karya bergenre horor psikologis yang berfokus pada tema kekerasan yang sering kali dianggap normal dalam masyarakat. Dalam film ini, Anantya Kirana berperan sebagai Sofia, seorang karakter kompleks yang dihadapkan pada berbagai tantangan hidup yang mengerikan.
Dalam pertemuan pers yang berlangsung di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, sutradara Adis Kayl menjelaskan bahwa proses pemilihan pemain untuk film ini memerlukan waktu dan ketelitian yang tinggi. “Karena film ini based on character-driven di mana cerita bergerak melalui karakter, jadinya perjalanan casting-nya cukup panjang,” ungkapnya. Meskipun demikian, Adis merasa puas bahwa ia berhasil menyatukan jajaran pemain yang mampu menghidupkan karakter dalam film Sofia. Selain Anantya, film ini juga dibintangi oleh Wulan Guritno, Nugie, serta aktor dan aktris berbakat lainnya seperti Kiki Narendra, Carissa Perusset, Leony, Habil Nugraha, dan Ayu Diandra.
Menariknya, ide cerita Sofia ditulis oleh Benjamin, yang menjelaskan bahwa film ini bertujuan untuk mengangkat isu kekerasan yang sering diabaikan dalam kehidupan sehari-hari. “Kekerasan yang terjadi dalam waktu lama sering kali dianggap normal, dan pembiaran ini tidak seharusnya diterima,” tegas Benjamin. Ia menginginkan setiap karakter dalam film ini berusaha mematahkan siklus kekerasan dengan cara mereka masing-masing.
Karakter dan Plot yang Menggugah
Dalam film Sofia, karakter utama, Sofia, harus menghadapi berbagai bentuk kekerasan yang tidak hanya dialaminya, tetapi juga yang dialami oleh orang-orang di sekelilingnya. “Kami ingin menunjukkan bagaimana semua karakter sampai pada titik di mana mereka harus berjuang melawan pembiaran kekerasan dan tragedi yang terjadi di sekitar mereka,” lanjut Benjamin. Dengan demikian, Anantya Kirana hingga Wulan Guritno Adu Peran di Film Sofia, Hadapi Kekerasan Mengerikan bukan hanya sekadar menghadirkan ketegangan, tetapi juga mendorong penonton untuk berpikir tentang dampak kekerasan dalam kehidupan nyata.
Harapan untuk Perubahan
Benjamin berharap film ini dapat menjadi sarana untuk menghentikan kekerasan yang berulang di masyarakat. “Kami ingin agar film ini menjadi pengingat bahwa sejarah cenderung terulang, dan semoga Sofia bisa membantu menghentikan siklus tersebut,” jelasnya. Harapan ini tentu menjadi tantangan bagi semua yang terlibat dalam produksi film ini, termasuk para aktor dan sutradara.
Film Sofia bukan hanya menampilkan akting yang memukau dari Anantya Kirana dan Wulan Guritno, tetapi juga membawa pesan penting tentang kesadaran akan kekerasan yang sering kali dibungkam dalam masyarakat. Dengan pendekatan yang berani dan karakter yang kuat, film ini diharapkan dapat meninggalkan kesan mendalam bagi para penontonnya.












