PSPK – 16 Juni 2026 | Viralnya berita mengenai ekskavator yang membongkar bangunan SD Negeri Wolomoni di Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Ende, Nusa Tenggara Timur, demi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) telah memicu reaksi dari berbagai pihak. Kejadian ini berlangsung pada Jumat, 5 Juni, dan langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial serta di kalangan masyarakat. Menanggapi hal ini, TNI Respons Viralnya Ekskavator Bongkar Bangunan Sekolah di NTT Demi Kopdes dengan memberikan klarifikasi resmi.
Klarifikasi TNI
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Brigjen TNI Muhamad Nas menyatakan bahwa pihaknya tidak melakukan tindakan sembarangan. Menurutnya, ekskavator yang digunakan adalah untuk memperlebar jalur agar alat berat bisa masuk dan membangun koperasi, yang lokasinya berada tepat di belakang sekolah tersebut. “Ketika manuver alat berat mau masuk, kena tiang sekolah yang pojok. Dandim dan Babinsa berkoordinasi dengan pihak sekolah dan pemerintah daerah,” ungkap Nas dalam jumpa pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Selasa, 9 Juni 2026.
Koordinasi dengan Pemerintah Daerah
Brigjen Nas menegaskan bahwa pihak TNI telah mendapatkan izin dari pemerintah daerah sebelum melakukan pemindahan tiang sekolah. “Mereka bilang, ‘Pak lurah, kepala desa. Boleh nggak ini kita geser sebentar, Pak, tiang ini?’. Mereka lalu jawab, ‘Boleh, silakan.’ seperti itu,” jelasnya. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan yang diambil oleh TNI bukanlah keputusan sepihak, melainkan hasil dari koordinasi yang baik antara pihak TNI dan pemerintah setempat.
Reaksi Masyarakat
Meski demikian, keputusan tersebut tidak luput dari protes masyarakat. Banyak yang merasa bahwa membongkar bagian dari sekolah, meskipun untuk kepentingan pembangunan koperasi, adalah tindakan yang tidak pantas. Masyarakat menganggap bahwa sekolah merupakan aset penting bagi pendidikan anak-anak di Desa Niowula, dan tindakan tersebut bisa mengganggu proses belajar mengajar. TNI Respons Viralnya Ekskavator Bongkar Bangunan Sekolah di NTT Demi Kopdes mencoba menjelaskan situasi ini agar publik bisa memahami konteks yang lebih luas.
Pentingnya Edukasi Publik
Brigjen Nas juga menyayangkan banyaknya masyarakat yang kurang menggali fakta lebih dalam sebelum mengambil kesimpulan. Ia menegaskan bahwa informasi yang tidak akurat dapat menimbulkan perpecahan dalam masyarakat. “Kondisi ini bisa ditumpangi atau mungkin dimanfaatkan sehingga terjadilah perpecahan. Rugi siapa? Kita yang pasti, negara kita yang pasti,” tegasnya. Dalam upaya mengedukasi publik, Puspen Mabes TNI berkomitmen untuk menyajikan informasi yang jelas dan akurat agar masyarakat tidak mudah termakan berita yang belum terkonfirmasi.
Harapan untuk Masyarakat
Dengan penjelasan yang diberikan oleh TNI, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami situasi yang terjadi dan tidak terburu-buru dalam menilai sebuah peristiwa. TNI Respons Viralnya Ekskavator Bongkar Bangunan Sekolah di NTT Demi Kopdes menekankan pentingnya kerjasama antara semua pihak dalam pembangunan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat.












