PSPK – 16 Juni 2026 | Jakarta, ERA.id – Dalam sebuah konser yang sangat emosional bertajuk Love and Let Go, Raisa mengenang mendiang ibunda dan sahabat dekatnya, Vidi Aldiano, dengan ungkapan yang menyentuh hati: “Ketidakhadiran Ibu Nyaring Banget”. Konser yang dilaksanakan pada 6 Juni 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) ini menjadi saksi momen haru saat Raisa membawakan lagu “Lagu Untukmu”, yang ia ciptakan sebagai penghormatan untuk ibunya yang telah tiada, Ria Mariaty.
Di tengah penampilannya, video kenangan mendiang ibunda muncul di layar videotron yang berfungsi sebagai latar belakang. Momen tersebut tidak hanya mengingatkan Raisa akan kenangan manis bersama ibunya, tetapi juga mengajak para penggemar untuk merasakan kedalaman emosinya. Raisa mengungkapkan bahwa proses mempersiapkan penampilan ini sangat berat baginya. “Aku dari latihan nggak pernah bisa selesaikan. For obvious reasons. Tapi tahun kemarin, aku baru benar-benar berkenalan sama yang namanya duka,” ujarnya.
Raisa melanjutkan dengan penjelasan tentang bagaimana kehilangan ibunya membawanya pada pemahaman baru mengenai duka. “Kayaknya kita tahu kesedihan, kita tahu people come and go, kita tahu. Cuma tidak ada yang benar-benar terasa seperti kehilangan seorang Ibu,” ungkapnya. Keterbukaan Raisa mengenai perjalanan emosionalnya ini menciptakan suasana yang sangat haru di JCC, dengan banyak penggemar yang tidak dapat menahan air mata.
Raisa menjelaskan bahwa ia berusaha untuk tidak larut dalam kesedihan, tetapi juga tidak ingin terburu-buru dalam proses penyembuhannya. “Aku persilakan duka itu datang. Dan aku ya udah, jadi orang yang setiap hari setiap waktu hidup dengan dukaku dan itu ternyata nggak apa-apa. Ketidakhadiran Ibu malam hari ini tuh benar-benar terasa nyaring banget buat aku,” tuturnya dengan suara bergetar. Dalam pernyataan ini, Raisa menunjukkan kedalaman rasa kehilangan yang dialaminya dan bagaimana ia berusaha untuk berdamai dengan keadaan tersebut.
Konser ini bukan hanya sekadar penampilan musik, tetapi juga sebuah penghormatan yang mendalam kepada ibunya dan sahabatnya, Vidi Aldiano, yang juga memiliki peran penting dalam hidupnya. Raisa melanjutkan penampilannya dengan lagu-lagu lain seperti “Ku Harap Duka Ini Selamanya” dan “Jangan Cepat Berlalu”, yang juga menggambarkan kedekatannya dengan Vidi. Momen-momen ini tidak hanya menyentuh hati Raisa, tetapi juga para penggemar yang hadir, menciptakan ikatan emosional yang kuat di antara mereka.
Konser ini adalah pengingat bahwa meskipun kehilangan itu menyakitkan, cinta dan kenangan bagi orang-orang terkasih akan selalu hidup dalam setiap karya yang dihasilkan. Raisa menunjukkan bahwa melalui musik, ia dapat terus mengenang dan merayakan hidup ibunya serta sahabatnya, Vidi Aldiano. Dalam setiap nada yang dinyanyikannya, ada rasa syukur dan harapan untuk masa depan, meskipun dikelilingi oleh duka.
Dengan demikian, konser Love and Let Go menjadi lebih dari sekadar pertunjukan, tetapi sebuah perjalanan emosional yang menyentuh hati banyak orang. “Ketidakhadiran Ibu Nyaring Banget” menjadi pernyataan yang menggema dalam hati setiap orang yang hadir, membuktikan bahwa cinta yang tulus tak akan pernah hilang.












