Project Seru Penuh Kejutan
Berita  

Menguak Tantangan Ekstrem: Perankan Rahma di Cerita Lila, Shareefa Daanish Kumpulkan Energi Negatif Demi Satu Adegan

June 16, 2026 • 0 Views
Menguak Tantangan Ekstrem: Perankan Rahma di Cerita Lila, Shareefa Daanish Kumpulkan Energi Negatif Demi Satu Adegan
Menguak Tantangan Ekstrem: Perankan Rahma di Cerita Lila, Shareefa Daanish Kumpulkan Energi Negatif Demi Satu Adegan

PSPK – 16 Juni 2026 | Perankan Rahma di Cerita Lila, Shareefa Daanish Kumpulkan Energi Negatif Demi Satu Adegan menjadi sorotan utama dalam dunia perfilman Indonesia menjelang rilis pada 18 Juni 2026. Aktor muda ini mengaku harus menyiapkan diri secara mental dengan mengumpulkan emosi-emosi gelap yang selama ini dipendam, demi menghadirkan adegan paling menantang dalam film yang diadaptasi dari karya penelusuran Sara Wijayanto.

Latar Belakang Film Cerita Lila

Film Cerita Lila mengisahkan perjalanan hidup seorang perempuan bernama Lila, yang ditulis oleh penulis ternama Sara Wijayanto. Cerita tersebut menggali tema‑tema seperti kehilangan, harapan, dan konflik internal. Karakter Rahma, yang diperankan oleh Shareefa Daanish, berperan sebagai sosok pendukung yang mengalami trauma mendalam, sehingga menuntut akting yang penuh nuansa emosional.

Proses Akting yang Menantang

Dalam wawancara eksklusif di Epicentrum, Jakarta Selatan, pada Jumat 12 Juni 2026, Shareefa Daanish mengungkapkan bahwa adegan paling sulit baginya terasa “tidak manusiawi”. Ia menjelaskan, “Aku baru ingat ternyata yang paling sulit saat memerankan Rahma ini ketika ada adegan yang menurut aku berat karena aku sendiri sebagai seorang pribadi aku gitu, aku nggak mungkin melakukan itu.” Akting tersebut menuntut penampilan fisik dan psikologis yang ekstrem, sehingga sang aktris memutuskan untuk mencari cara mengatasi batasannya.

Kumpulan Emosi Negatif untuk Satu Adegan

Shareefa Daanish mengakui bahwa untuk menyalurkan energi pada adegan kritis, ia sengaja mengumpulkan emosi‑emosi negatif seperti marah, sedih, dan kekecewaan yang selama ini terpendam. “Jadi aku ngerasa saat itu gimana cara mengejar untuk bisa emosinya sampai ke sana, aku mengumpulkan emosi‑emosi negatif yang ada di aku gitu, emosi marah, emosi sedih, apalagi aku harus memposisikan diri sebagai seorang Rahma gitu,” ungkapnya. Ia menambahkan, “Apa yang dia rasain kekecewaan dia terhadap hidup, kesedihannya, kemarahannya harus aku kumpulin sampai bisa melakukan hal sekeji itu gitu.”

Metode Persiapan Tanpa Interaksi Langsung

Uniknya, Shareefa Daanish tidak melakukan pertemuan langsung dengan karakter Rahma dalam proses persiapan. Ia lebih memilih mendengarkan penjelasan dari penulis Sara Wijayanto dan sutradara Mas Bobby. “Aku nggak mau, maksudnya aku mendingan denger karakternya seperti apa dari Mbak Sara sama Mas Bobby aja gitu. Aku nggak mau langsung bertemu atau berkenalan atau berkomunikasi dengan Rahma. Maafin ya Rahma,” katanya sambil tersenyum.

Strategi ini menunjukkan profesionalisme sang aktris dalam mengolah sumber informasi secara terstruktur, tanpa mengandalkan interaksi pribadi yang dapat mengganggu objektivitas akting.

Reaksi Publik dan Harapan

Pengumuman bahwa “Perankan Rahma di Cerita Lila, Shareefa Daanish Kumpulkan Energi Negatif Demi Satu Adegan” menjadi bahan perbincangan di media sosial. Netizen memuji keberanian aktris dalam mengekspresikan emosi terdalam, sekaligus menantikan penampilan yang diharapkan mampu menyentuh hati penonton. Kritikus film memprediksi bahwa intensitas adegan tersebut akan menjadi sorotan utama saat film tayang.

Dengan jadwal rilis yang semakin dekat, ekspektasi publik terhadap kualitas akting Shareefa Daanish terus meningkat. Penonton diharapkan dapat menyaksikan proses transformasi emosional yang otentik, menjadikan film Cerita Lila tidak sekadar hiburan, melainkan sebuah karya seni yang menggugah perasaan.

Keseluruhan, dedikasi Shareefa Daanish dalam mengumpulkan energi negatif demi satu adegan mencerminkan tingkat komitmen yang tinggi dalam dunia akting. Pendekatan ini tidak hanya menambah kedalaman karakter Rahma, tetapi juga menegaskan pentingnya eksplorasi psikologis dalam proses kreatif perfilman Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *