Project Seru Penuh Kejutan
Berita  

Kejadian Mengerikan: Pasien Cuci Darah di RS Wahidin Makassar Tikam Orang Sakit

June 16, 2026 • 0 Views
Kejadian Mengerikan: Pasien Cuci Darah di RS Wahidin Makassar Tikam Orang Sakit
Kejadian Mengerikan: Pasien Cuci Darah di RS Wahidin Makassar Tikam Orang Sakit

PSPK – 16 Juni 2026 | Makassar, ERA.id – Kejadian mengerikan terjadi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirohusodo Makassar pada Sabtu (13/6) malam. Pasien cuci darah berinisial NS (45) menikam pasien lain berinisial J (55) di ruangan Infection Center. Insiden ini mengundang perhatian banyak pihak, terutama terkait dengan keamanan rumah sakit.

Menurut informasi yang diperoleh, pelaku NS sebelumnya terlihat mondar-mandir dalam kamarnya, sembari menyimpan sebilah badik di pinggangnya. Setelah beberapa saat, pelaku mendekati tempat tidur korban dan sempat berbincang. Tiba-tiba, tanpa diduga, pelaku mengeluarkan badik dan menikam korban. J berusaha melindungi diri dengan tangannya, yang mengakibatkan luka robek pada tangan korban.

Suasana menjadi mencekam ketika istri korban, DI, berteriak histeris melihat kejadian tersebut. Perawat dan pihak keamanan rumah sakit yang berada di koridor segera bergegas menuju lokasi, dan satpam berhasil mengamankan badik dari tangan pelaku. Namun, NS sempat melarikan diri ke lantai satu sebelum akhirnya berhasil ditangkap.

Kapolsek Tamalanrea, Kompol Mustari Alam, menyatakan bahwa pelaku telah diamankan dan sedang dirawat di ICU karena menderita penyakit ginjal yang mengharuskannya menjalani cuci darah secara rutin. Menurut keterangan pihak kepolisian, motif dari aksi penikaman tersebut belum jelas, namun diduga pelaku mengalami stres akibat kondisi kesehatan yang tidak kunjung membaik.

Respon Manajemen RSUP Wahidin

Menanggapi insiden ini, manajemen RSUP Wahidin Sudirohusodo memperketat pemeriksaan terhadap barang bawaan pasien, keluarga, dan pengunjung. Humas RSUP Wahidin, Aulia Yamin, mengungkapkan bahwa mereka telah melarang keras membawa barang berbahaya, termasuk benda tajam, ke dalam rumah sakit. Pihak manajemen juga telah memasang aturan tegas di depan pintu masuk rumah sakit yang menyatakan bahwa pengunjung tidak diperbolehkan membawa senjata tajam.

“Pengamanan ketat telah dilaksanakan oleh tim pengamanan atau security. Ini demi menjaga keamanan, ketertiban, serta kenyamanan pasien,” tegas Aulia. Langkah-langkah ini diambil untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Keamanan Rumah Sakit di Tengah Krisis Kesehatan

Insiden penikaman ini menyoroti pentingnya keamanan di rumah sakit, terutama di tengah kondisi kesehatan yang krisis. Pasien yang mengalami masalah kesehatan serius, seperti NS, dapat mengalami tekanan mental yang signifikan, sehingga memerlukan perhatian lebih dari pihak rumah sakit. Kejadian ini juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana rumah sakit dapat lebih baik dalam menjaga keamanan pasien dan pengunjung.

Tak dapat dipungkiri, isu kesehatan mental di kalangan pasien yang dirawat di rumah sakit, terutama mereka yang menjalani perawatan jangka panjang seperti cuci darah, perlu mendapat perhatian lebih. Hal ini untuk mencegah insiden yang sama terjadi di masa depan dan memastikan keselamatan semua pihak di lingkungan rumah sakit.

Pasien Cuci Darah di RS Wahidin Makassar Tikam Orang Sakit, Ngeri, menjadi pengingat akan perlunya penanganan yang lebih baik terhadap pasien dengan kondisi kesehatan yang kompleks. Di saat yang sama, rumah sakit juga dituntut untuk meningkatkan sistem keamanan dan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *