Project Seru Penuh Kejutan

Pengalaman Unik Iduladha di Afrika Selatan: Takbiran Langka dan Salat Dimulai Lebih Siang

May 29, 2026 • 0 Views
Pengalaman Unik Iduladha di Afrika Selatan: Takbiran Langka dan Salat Dimulai Lebih Siang
Pengalaman Unik Iduladha di Afrika Selatan: Takbiran Langka dan Salat Dimulai Lebih Siang

PSPK – 29 Mei 2026 | Muhibbudin Majid Ceritakan Suasana Iduladha di Afrika Selatan LPP RRI memberikan gambaran menarik bagi komunitas Indonesia di luar negeri. Sebagai perwakilan Pelajar Indonesia (PPI) Afrika Selatan, Muhibbudin berbagi pengalaman unik selama perayaan Hari Raya Kurban ini, yang berbeda dari suasana di Tanah Air. Dalam wawancara eksklusif dengan PRO3 RRI, ia menjelaskan bagaimana tradisi dan praktik keagamaan di Afrika Selatan mencerminkan keragaman budaya Islam global.

Suasana Iduladha di Afrika Selatan: Antara Adaptasi dan Tradisi

Muhibbudin Majid mengungkapkan bahwa sebagian pelajar Indonesia di Afrika Selatan memilih untuk melaksanakan salat Iduladha bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) setempat. Hal ini menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahmi di perantauan. “Untuk Iduladha, kita biasanya para pelajar ada sebagian ikut salat Idul Adha di kedutaan,” ujarnya. Kehadiran di KBRI tidak hanya sekadar beribadah, tetapi juga sebagai upaya mempertahankan identitas budaya di tengah lingkungan yang berbeda.

Perbedaan Mencolok: Tradisi Takbiran yang Langka

Salah satu perbedaan paling terasa dalam Muhibbudin Majid Ceritakan Suasana Iduladha di Afrika Selatan LPP RRI adalah ketiadaan tradisi takbiran malam menjelang Hari Raya. Di Indonesia, malam Iduladha biasanya diwarnai dengan takbiran semalam suntuk, diiringi tabuhan bedug dan lantunan kalimat suara di masjid-masjid. Namun, di Afrika Selatan, tradisi ini jarang ditemui. “Kalau di Indonesia malam Idul Adha melaksanakan takbiran mungkin satu malam suntuk,” kata Muhibbudin. Meski demikian, ia menyebutkan bahwa di kawasan Cape Town, yang memiliki keturunan Indonesia cukup banyak, tradisi takbiran masih lestari, menunjukkan akar historis komunitas Muslim Indonesia di sana.

Waktu Salat yang Disesuaikan dengan Musim Dingin

Aspek lain yang menarik dari suasana Iduladha di Afrika Selatan adalah penyesuaian waktu pelaksanaan salat. Afrika Selatan sedang memasuki musim dingin saat Iduladha, sehingga suhu udara yang rendah mempengaruhi jadwal ibadah. “Kalau di Afrika Selatan memasuki musim dingin, salat Idul Adha biasanya dimulai jam delapan paling awal,” jelas Muhibbudin. Pelaksanaan salat di KBRI biasanya dimulai sekitar pukul sembilan pagi, lebih lambat dibandingkan Indonesia yang umumnya dilakukan segera setelah matahari terbit. Penyesuaian ini bertujuan untuk menghindari dingin yang berlebihan dan memastikan kenyamanan jemaah.

Prosesi Kurban dan Solidaritas Komunitas

Setelah salat Iduladha, tradisi penyembelihan hewan kurban dilaksanakan secara bersama-sama. Muhibbudin menambahkan bahwa masyarakat Muslim di Afrika Selatan biasanya langsung menjalankan penyembelihan hewan kurban selesai salat. Prosesi ini tidak hanya sebagai ibadah, tetapi juga sebagai wujud kepedulian sosial, di mana daging kurban didistribusikan kepada yang membutuhkan. Hal ini sejalan dengan pesan Iduladha yang disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar, yang mengucapkan selamat Iduladha 1447 H/2026 M dan mengajak umat untuk meneguhkan semangat keikhlasan. “Iduladha mengajak kita untuk kembali meneguhkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial,” ujar Nasaruddin.

Pelajaran dari Perbedaan: Memperkaya Pengalaman Beragama

Melalui Muhibbudin Majid Ceritakan Suasana Iduladha di Afrika Selatan LPP RRI, kita belajar bahwa perayaan keagamaan dapat beradaptasi dengan konteks lokal tanpa mengurangi esensi ibadah. Perbedaan tradisi seperti takbiran dan waktu salat menunjukkan keragaman praktik Islam di berbagai belahan dunia. Bagi pelajar Indonesia, pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga tentang toleransi dan pemahaman lintas budaya. Di Afrika Selatan, komunitas Muslim, termasuk pelajar, tetap menjaga nilai-nilai agama meski jauh dari kampung halaman, mencerminkan resiliensi dan dedikasi spiritual.

Secara keseluruhan, perayaan Iduladha di Afrika Selatan menggambarkan harmoni antara tradisi global dan lokal. Dari takbiran yang jarang hingga salat yang disesuaikan dengan musim, setiap aspek memiliki cerita tersendiri. Kisah Muhibbudin Majid tidak hanya informatif, tetapi juga menginspirasi untuk menghargai keberagaman dalam beragama. Di tengah dinamika kehidupan, Iduladha tetap menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah dan menyebarkan kebaikan, baik di Indonesia maupun di Afrika Selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *