Project Seru Penuh Kejutan

Noel Ebenezer Menyesal Kurang Banyak Korupsi Usai Jaksa Tuntut Lima Tahun Penjara

May 19, 2026 • 0 Views
Noel Ebenezer Menyesal Kurang Banyak Korupsi Usai Jaksa Tuntut Lima Tahun Penjara
Noel Ebenezer Menyesal Kurang Banyak Korupsi Usai Jaksa Tuntut Lima Tahun Penjara

PSPK – 19 Mei 2026 |

Noel Ebenezer Menyesal Kurang Banyak Korupsi Usai Jaksa Tuntut Lima Tahun Penjara. Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Noel Ebenezer Gerungan, menyesali tuntutan pidana penjara lima tahun kasus dugaan korupsi sertifikasi Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Sidang tuntutan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat mengungkap skandal pemerasan gratifikasi.

Tuntutan Jaksa

Tuntutan hukuman ini memicu reaksi keras karena dinilai menyamakan hukuman koruptor kakap dan koruptor kelas teri. “Mendingan korupsi sebanyak-banyaknya, cuma beda setahun dengan terdakwa lain,” ujar Noel usai sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Perbandingan Hukuman

Noel membandingkan tuntutan hukuman miliknya dengan terdakwa Irvian Bobby Mahendro Putro. Jaksa menuntut Bobby hukuman enam tahun penjara atas dugaan menikmati uang korupsi Rp60,32 miliar. Sementara, tuntutan jaksa terhadap Noel berupa lima tahun penjara atas dugaan menikmati uang Rp4,43 miliar.

Nota Pembelaan

Nota Pembelaan dan Kondisi Rumah Tahanan. Mantan Wamenaker ini siap menyusun nota pembelaan atau pleidoi demi meyakinkan majelis hakim sebelum pembacaan putusan. Pleidoi tersebut bakal memuat deretan kebijakan berpihak pada masyarakat semasa menjabat, termasuk pemberantasan praktik penahanan ijazah pekerja.

Kondisi Penahanan

Noel mengaku masa penahanan tiga hari di rumah tahanan negara terasa amat menyiksa. “Apresiasi tetap tertuju bagi kerja maksimal jaksa penuntut umum, tetapi besaran tuntutan ini memicu kekecewaan besar,” ucap Noel.

Rincian Tuntutan

Rincian Tuntutan dan Aliran Dana Korupsi. Jaksa menuntut Noel pidana lima tahun penjara, denda Rp250 juta subsider 90 hari kurungan, serta kewajiban membayar uang pengganti Rp4,43 miliar subsider dua tahun penjara.

Aliran Dana Korupsi

Jaksa mendakwa Noel melakukan pemerasan bersama 10 terdakwa lain terhadap para pemohon sertifikasi K3 senilai total Rp6,52 miliar, ditambah penerimaan gratifikasi Rp3,36 miliar dan satu unit motor Ducati Scrambler.

Kesimpulan

Dalam kasus ini, Noel Ebenezer Menyesal Kurang Banyak Korupsi Usai Jaksa Tuntut Lima Tahun Penjara, menunjukkan bahwa korupsi masih menjadi masalah yang serius di Indonesia. Kasus ini juga menunjukkan bahwa hukuman korupsi harus lebih tegas dan adil, sehingga dapat mencegah korupsi di masa depan. Dengan demikian, kasus korupsi seperti ini tidak akan terulang lagi dan Indonesia dapat menjadi negara yang lebih bersih dan transparan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *