PSPK – 07 Mei 2026 | Alun-alun Kota Serang baru-baru ini menjadi saksi bisu atas aksi mulia dari sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam komunitas Pengawal Ideologi Bangsa (PIB) Untirta. Mereka menggelar program "Sekolah Pinggir Jalan" dan "Perpustakaan Keliling" sebagai bentuk respon nyata terhadap kondisi sosial anak-anak jalanan di ibu kota Provinsi Banten tersebut.
Kegiatan ini menyasar anak-anak jalanan yang selama ini belum berkesempatan mengenyam pendidikan formal. Dengan penuh kesabaran, para anggota PIB Untirta mendampingi mereka belajar membaca dan menulis, berupaya memutus rantai buta huruf yang masih membayangi anak-anak marjinal di Kota Serang.
Meskipun tergolong komunitas baru di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), PIB Untirta menunjukkan komitmen yang kuat dalam pengabdian. Komunitas yang dipimpin oleh Rubi Alfarizi, mahasiswa jurusan PPKn Untirta ini, fokus pada empat pilar utama: pengembangan ideologi, pendidikan, politik, dan sosial masyarakat.
"Sesuatu yang besar berasal dari gerakan-gerakan kecil. Kami secara optimis berupaya mengadakan Sekolah Pinggir Jalan sebagai bentuk kesadaran merespon kondisi masyarakat," ungkap Rubi dalam keterangannya.
Aksi literasi ini bukanlah kiprah pertama mereka. Pekan sebelumnya, PIB Untirta sukses menyelenggarakan Talkshow Anak dan Remaja. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mencegah dan meminimalisir tindak kekerasan terhadap anak, berangkat dari keprihatinan atas kasus-kasus kekerasan yang terjadi di wilayah Kota Serang.
Perjalanan PIB Untirta dalam mengawal pendidikan di pinggir jalan tentu membutuhkan dukungan kolektif. Saat ini, mereka tengah membuka pintu bagi mahasiswa lainnya melalui agenda rekrutmen anggota baru. Selain itu, komunitas juga membuka donasi bagi masyarakat yang ingin berkontribusi, baik dalam bentuk buku bacaan, logistik, atau uang tunai untuk menunjang operasional kegiatan sosial.
Dengan demikian, aksi PIB Untirta ini menjadi contoh nyata bahwa perubahan dapat dimulai dari gerakan kecil yang dilakukan dengan penuh kesabaran dan komitmen. Dalam upaya menebar literasi di jalanan Kota Serang, PIB Untirta membuktikan bahwa pendidikan dapat menjadi kunci untuk membuka pintu kemajuan bagi anak-anak yang kurang beruntung.
Dalam beberapa tahun ke depan, diharapkan aksi ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih besar bagi masyarakat Kota Serang. Dengan begitu, Kota Serang dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan dan literasi di kalangan masyarakat.
PIB Untirta telah menunjukkan bahwa dengan kerja sama dan komitmen, kita dapat membuat perubahan yang signifikan dalam masyarakat. Oleh karena itu, diharapkan aksi ini dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.












