PSPK – 29 Mei 2026 | Pemerintah Dubai menunjukkan komitmen luar biasa dalam menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Dalam langkah ambisius yang melibatkan koordinasi masif, Pemerintah Dubai Serentakkan Waktu Salat Iduladha di 937 Masjid LPP RRI di seluruh wilayah emirat pada Rabu, 27 Mei 2026 mendatang. Salat Id akan berlangsung serentak tepat pukul 05.45 waktu setempat di seluruh Uni Emirat Arab (UEA), memastikan jutaan umat Muslim dapat melaksanakan ibadah secara bersamaan dalam suasana khidmat dan tertib.
Inisiatif besar ini diprakarsai oleh Departemen Urusan Islam dan Kegiatan Amal (IACAD) sebagai otoritas keagamaan utama di Dubai. Lembaga tersebut telah menyusun rencana operasional terpadu yang mencakup seluruh aspek penyelenggaraan, mulai dari kesiapan fisik bangunan masjid hingga layanan pendukung bagi jamaah.
Rencana Operasional Terpadu untuk Kenyamanan Jamaah
Direktur Jenderal IACAD, Ahmed Darwish Al Muhairi, menegaskan bahwa seluruh fasilitas masjid dan layanan pendukung telah ditingkatkan sesuai standar operasional dan keselamatan tertinggi. Peningkatan ini meliputi sistem ventilasi, pengaturan area parkir, jalur evakuasi darurat, serta ketersediaan fasilitas kesehatan di setiap lokasi salat.
“Kesiapan masjid untuk pelaksanaan salat Id merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Dubai dalam mendukung masyarakat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman,” ujar Al Muhairi dalam keterangan resminya.
Langkah Pemerintah Dubai Serentakkan Waktu Salat Iduladha di 937 Masjid LPP RRI ini bukan sekadar formalitas koordinasi waktu. Lebih dari itu, pemerintah memastikan bahwa setiap masjid yang menjadi lokasi pelaksanaan telah melalui proses inspeksi menyeluruh dan memenuhi seluruh kriteria kelayakan dari segi keamanan maupun kenyamanan jamaah.
Program Muadhin Al Freej: Menanamkan Nilai Islam kepada Generasi Muda
Salah satu aspek menarik dari persiapan Iduladha tahun ini adalah pelibatan anggota inisiatif Muadhin Al Freej. Program ini akan menugaskan para muadhin muda untuk melantunkan takbir dan azan di berbagai masjid di seluruh wilayah UEA. Inisiatif tersebut dirancang bukan semata untuk memenuhi kebutuhan teknis ibadah, melainkan memiliki dimensi pendidikan yang mendalam.
Program Muadhin Al Freej bertujuan memperkuat partisipasi masyarakat sekaligus menanamkan nilai-nilai Islam dan identitas Emirat kepada generasi muda. Melalui keterlibatan langsung dalam pelaksanaan ibadah besar, diharapkan anak-anak dan remaja dapat tumbuh dengan kecintaan yang kuat terhadap tradisi keagamaan.
IACAD secara khusus mendorong para orang tua untuk mengajak anak-anak menghadiri salat Iduladha dan ikut melantunkan takbir bersama jamaah lainnya. Menurut otoritas tersebut, langkah ini sangat penting untuk memperkuat hubungan generasi muda dengan tradisi serta nilai-nilai keagamaan Islam yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Imbauan untuk Jamaah: Datang Lebih Awal dan Jaga Ketertiban
Sehubungan dengan besarnya jumlah masjid yang dilibatkan dan antisipasi melonjaknya jumlah jamaah, pihak berwenang mengeluarkan sejumlah imbauan penting bagi warga yang hendak melaksanakan salat Iduladha:
- Datang lebih awal ke lokasi salat yang telah ditentukan untuk menghindari kemacetan dan memastikan mendapat tempat yang layak.
- Bekerja sama dengan petugas penyelenggara guna menjaga kelancaran arus lalu lintas di sekitar area masjid.
- Mempermudah akses keluar masuk area masjid dengan mengikuti arahan petugas keamanan dan mengikuti jalur yang telah ditetapkan.
- Membawa perlengkapan ibadah pribadi seperti sajadah dan Al-Quran untuk kenyamanan bersama.
Koordinasi antara jamaah dan petugas menjadi kunci utama kelancaran acara. Dengan 937 masjid yang tersebar di seluruh emirat, pengaturan lalu lintas dan manajemen kerumunan menjadi aspek kritis yang membutuhkan kerja sama semua pihak.
Iduladha sebagai Cerminan Nilai Ketaatan dan Solidaritas
Dalam kesempatan yang sama, Ahmed Darwish Al Muhairi turut menyampaikan ucapan selamat Iduladha kepada para pemimpin UEA dan seluruh masyarakat Muslim di penjuru dunia. Ia menekankan bahwa perayaan Iduladha mencerminkan nilai-nilai ketaatan, kasih sayang, dan solidaritas sosial yang menjadi ciri khas masyarakat UEA.
“Hari Raya Iduladha mengingatkan kita akan pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan keteguhan iman beliau. Nilai-nilai inilah yang terus kami jaga dan wariskan kepada setiap generasi,” ungkap Al Muhairi.
Penyelenggaraan Pemerintah Dubai Serentakkan Waktu Salat Iduladha di 937 Masjid LPP RRI menjadi bukti nyata bahwa Dubai tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga sangat memperhatikan penguatan dimensi spiritual dan keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Komitmen Berkelanjutan Dubai dalam Mendukung Ibadah Umat
Langkah strategis ini merupakan bagian dari visi besar Dubai dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan secara efisien dan terencana. Dengan pendekatan operasional yang profesional, pemerintah setempat menunjukkan bahwa urusan ibadah dapat dikelola dengan standar tinggi tanpa mengurangi kekhusyukan dan makna spiritualnya.
Pemerintah Dubai juga berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui peningkatan kapasitas masjid, pelatihan petugas lapangan, serta koordinasi lintas lembaga. Seluruh elemen ini disatukan dalam sebuah rencana operasional yang terpadu dan terukur.
Koordinasi serentak di 937 masjid tentu bukan pekerjaan sederhana. Dibutuhkan perencanaan matang, sumber daya manusia yang memadai, serta teknologi pendukung yang andal. IACAD memastikan bahwa semua aspek tersebut telah dipersiapkan jauh-jauh hari demi kelancaran pelaksanaan ibadah Iduladha 2026.
Dengan segala persiapan yang telah dilakukan, masyarakat Dubai dan Uni Emirat Arab secara keseluruhan dapat menyambut Hari Raya Iduladha dengan penuh kekhidmatan. Sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat menjadi fondasi utama yang menjamin keberhasilan penyelenggaraan ibadah ini. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa model pengelolaan ibadah massal ala Dubai ini dapat menjadi inspirasi bagi negara-negara Muslim lainnya di seluruh dunia.












