Project Seru Penuh Kejutan
Berita  

DKP Kalbar Salurkan Bantuan Saprodi untuk Petani Hortikultura di Sungai Kunyit, Mempawah

May 12, 2026 • 0 Views
DKP Kalbar Salurkan Bantuan Saprodi untuk Petani Hortikultura di Sungai Kunyit, Mempawah
DKP Kalbar Salurkan Bantuan Saprodi untuk Petani Hortikultura di Sungai Kunyit, Mempawah

PSPK – 12 Mei 2026 | Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kalbar melaksanakan penyaluran Bantuan Saprodi kepada kelompok tani hortikultura di Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari upaya provinsi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendukung program B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, Aman) yang menekankan diversifikasi sumber pangan bagi masyarakat.

Bantuan yang diberikan mencakup paket lengkap mulai dari benih unggul, pestisida ramah lingkungan, hingga peralatan dan mesin pertanian yang dapat meningkatkan efisiensi kerja di lahan. Semua item dipilih berdasarkan kebutuhan spesifik petani hortikultura yang mengelola komoditas sayuran, buah-buahan, dan tanaman perkebunan kecil di wilayah tersebut. Dengan adanya sarana produksi pertanian ini, diharapkan petani dapat meningkatkan produktivitas serta kualitas hasil panen.

Penyerahan Bantuan Saprodi dilakukan secara simbolis pada hari Senin, 10 Mei 2026, di balai pertemuan Kecamatan Sungai Kunyit. Tim DKP Kalbar yang dipimpin oleh Kepala Dinas, Herman, bersama perwakilan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Mempawah, serta penyuluh pertanian setempat, ikut serta dalam acara tersebut. Di samping itu, para anggota Kelompok Tani Semangat Presisi yang menjadi penerima manfaat juga hadir untuk menyaksikan proses penyaluran.

Program B2SA yang menjadi landasan utama penyaluran ini menekankan pentingnya konsumsi pangan yang beragam, baik dari sumber hewani maupun nabati, guna memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral secara seimbang. Pemerintah menekankan bahwa pola makan yang beragam dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mengurangi risiko defisiensi gizi. Dengan menyediakan Bantuan Saprodi yang mendukung produksi hortikultura, pemerintah berharap dapat memperluas ketersediaan sayur-sayuran dan buah-buahan segar di pasar lokal.

Dalam sambutannya, Herman menegaskan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada cara petani memanfaatkan bantuan yang diberikan. “Gunakan Bantuan Saprodi ini dengan baik dan penuh amanah. Rawat tanamannya secara optimal agar hasil panennya melimpah,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pemeliharaan yang tepat, termasuk penggunaan pestisida secara terkontrol dan penerapan teknik pertanian presisi, akan meningkatkan efisiensi input dan menghasilkan produksi yang lebih tinggi.

Para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Semangat Presisi menyambut baik inisiatif tersebut. Mereka menyatakan kesiapan untuk mengikuti arahan teknis dari penyuluh pertanian demi memaksimalkan potensi lahan. “Kami siap belajar dan menerapkan teknik baru yang diajarkan, sehingga hasil panen kami dapat meningkat dan memberi manfaat lebih bagi keluarga serta pasar,” kata salah satu anggota kelompok.

Pengembangan hortikultura melalui Bantuan Saprodi tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, melainkan juga diharapkan dapat memperkuat perekonomian petani di wilayah Sungai Kunyit. Dengan peningkatan hasil panen, petani dapat memperoleh pendapatan yang lebih stabil, mengurangi ketergantungan pada komoditas pangan pokok, serta membuka peluang pemasaran ke daerah sekitarnya. Dampak ekonomi ini selaras dengan tujuan pemerintah provinsi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Ke depan, DKP Kalbar berencana untuk melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap penggunaan Bantuan Saprodi. Tim teknis akan bekerja sama dengan penyuluh pertanian untuk memastikan bahwa setiap input yang diberikan dimanfaatkan secara optimal dan memberikan hasil yang terukur. Evaluasi ini juga akan menjadi dasar perbaikan program di masa mendatang, sehingga dukungan pemerintah dapat terus relevan dengan kebutuhan petani.

Secara keseluruhan, penyaluran Bantuan Saprodi di Sungai Kunyit menandai langkah konkret dalam mengintegrasikan kebijakan ketahanan pangan dengan pengembangan sektor hortikultura. Diharapkan, melalui sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan petani, program ini dapat menghasilkan dampak positif yang berkelanjutan bagi ketahanan pangan regional dan kesejahteraan ekonomi masyarakat Mempawah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *