PSPK – 09 Mei 2026 | Pemerintah Indonesia saat ini sedang mengkaji penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram. CNG dipandang sebagai pilihan yang lebih ramah lingkungan dan memiliki potensi untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa pemerintah saat ini masih melakukan uji coba tabung CNG ukuran kecil setara LPG 3 kilogram. Ia juga memastikan skema subsidi masih dalam tahap pembahasan.
CNG memiliki beberapa keunggulan dibanding LPG, antara lain menghasilkan emisi karbon dioksida, nitrogen oksida, dan partikulat yang lebih rendah. Selain itu, CNG juga dinilai lebih bersih dan lebih baik untuk kualitas udara di lingkungan rumah tangga.
Gas alam yang menjadi bahan utama CNG juga menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna sehingga residu karbon lebih sedikit dibanding LPG. Namun, CNG juga memiliki beberapa kekurangan, seperti tekanan yang cukup tinggi sehingga lebih rawan meledak dibanding LPG.
Pemerintah perlu mempercepat pembangunan infrastruktur SPBG dan mendorong produsen otomotif menyediakan kendaraan berbahan bakar CNG yang terintegrasi secara resmi. Penggunaan teknologi tabung komposit serta transisi ke CNG dapat meningkatkan efisiensi biaya bahan bakar dan mendukung ketahanan energi nasional.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan penggunaan CNG di Indonesia. Salah satu contoh adalah program Bengkel Keliling Compressed Natural Gas (CNG) yang dilaksanakan oleh PGN di SPBG Cirebon, Jawa Barat.
Untuk meningkatkan penggunaan CNG, pemerintah perlu melakukan beberapa hal, seperti mempercepat infrastruktur pengisian bahan bakar, mendorong produsen otomotif menyediakan kendaraan berbahan bakar CNG, dan mengembangkan teknologi tabung komposit.
Dengan demikian, CNG dapat menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan lebih efisien dibanding LPG. Pemerintah perlu terus melakukan upaya untuk mengembangkan penggunaan CNG di Indonesia dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat penggunaan CNG.
Di akhir, penggunaan CNG sebagai alternatif LPG 3 kg dapat membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG dan meningkatkan ketahanan energi nasional. Oleh karena itu, pemerintah perlu terus melakukan upaya untuk mengembangkan penggunaan CNG di Indonesia.












