PSPK – 22 April 2026 | Medan, 21 April 2026 – Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia menyelenggarakan sosialisasi mengenai Transformasi Sampah menjadi investasi di Aula LPMI kampus. Acara ini menyoroti peran bank sampah dalam menggerakkan ekonomi hijau dan menumbuhkan pola pikir keberlanjutan di kalangan mahasiswa.
Upacara dibuka oleh Rektor USM Indonesia, Prof. Dr. Ivan Elisabeth Purba, M.Kes, yang menekankan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai pionir perubahan lingkungan di tengah krisis iklim dan meningkatnya volume sampah.
Para narasumber meliputi Tengku Dimas Pramana, Deputi Bisnis Pegadaian Area Medan II; Samsudin Zhang, ST, Direktur PT Premier Engineering Indonesia; serta Yayan Sopian, perwakilan Coca‑Cola Europe Specific Partners Indonesia.
Samsudin Zhang menjelaskan bagaimana teknologi dapat mengurangi volume sampah dan meningkatkan nilai ekonominya. Yayan Sopian memaparkan program bersama Coca‑Cola yang menumbuhkan sustainability mindset melalui bank sampah di kampus USM. Tengku Dimas Pramana menguraikan inisiatif lingkungan yang dijalankan oleh Perum Pegadaian.
Setelah sesi presentasi, peserta melakukan diskusi intensif yang menghasilkan beberapa keputusan penting:
- Pembentukan tim task force untuk mengimplementasikan program di USM.
- Kesepakatan dengan dekan-dekan fakultas untuk menginformasikan peluang seleksi “The Next Youd Green Leader” yang menyediakan pelatihan bersertifikat dari Coca‑Cola.
- Reaktivasi Bank Sampah Lentera USM dengan struktur organisasi baru yang selaras dengan kolaborasi Coca‑Cola, Pegadaian, dan mitra lainnya.
Prof. Dr. Ivan Elisabeth Purba menegaskan bahwa kampus bukan hanya tempat transfer ilmu, melainkan pusat pembentukan karakter berkelanjutan. Ia menambahkan bahwa pola pikir keberlanjutan harus mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan, ekonomi, dan sosial.
Bank sampah di kampus dipandang bukan sekadar tempat pengumpulan limbah, melainkan sarana edukasi, pemberdayaan, dan inovasi. Mahasiswa diajak memilah sampah organik dan anorganik, serta berpartisipasi dalam program pengelolaan yang menghasilkan nilai ekonomi.
Dengan kolaborasi kuat antara mahasiswa, dosen, dan mitra eksternal, USM Indonesia berharap dapat menjadi contoh nyata green campus yang bersih, asri, dan berkelanjutan.












