Project Seru Penuh Kejutan

Transaksi Emas Digital di Pasar Fisik Kuartal I 2026 Naik 246 Persen

April 18, 2026 • 0 Views
Transaksi Emas Digital di Pasar Fisik Kuartal I 2026 Naik 246 Persen
Transaksi Emas Digital di Pasar Fisik Kuartal I 2026 Naik 246 Persen

PSPK – 18 April 2026 | Jakarta – Pada kuartal pertama tahun 2026, perdagangan emas secara fisik melalui platform digital di Indonesia mencatat pertumbuhan yang luar biasa, dengan peningkatan volume transaksi sebesar 246 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Data yang dikumpulkan oleh EGINDO.com menunjukkan total transaksi mencapai 30.921.382 gram pada kuartal I 2026, naik signifikan dari 8.941.108 gram pada kuartal I 2025. Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2025, total transaksi pasar fisik emas secara digital di Indonesian Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) tercatat 56.595.115 gram.

Periode Transaksi (gram)
Kuartal I 2025 8.941.108
Kuartal I 2026 30.921.382

Direktur ICDX, Nursalam, dalam pernyataan tertulis pada 18 April 2026, menilai lonjakan ini sebagai bukti semakin besarnya minat masyarakat terhadap perdagangan emas fisik secara digital. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap tawaran perdagangan emas digital yang tidak resmi di media sosial.

Ia menambahkan, ICDX berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk regulator Bappebti, guna memperluas adopsi transaksi digital dengan mengedukasi publik berdasarkan tren positif kuartal I.

Kepala Bappebti, Tirta Karma Senjaya, menjelaskan bahwa regulator selalu memantau ekosistem perdagangan emas digital untuk memastikan keberadaan emas fisik yang diperdagangkan dan melindungi konsumen. Pengawasan mencakup bursa, lembaga kliring, serta depository yang menyimpan emas fisik, serta pedagang dan perantara yang memfasilitasi transaksi.

Data Bappebti tahun 2025 mencatat total investor dalam ekosistem ini mencapai 18,7 juta orang. Distribusi usia menunjukkan dominasi kalangan muda, dengan 36,3% berusia 25–34 tahun dan 32,6% berusia 18–24 tahun. Dari segi profesi, mahasiswa dan pelajar menyumbang 35,1% investor. Mayoritas transaksi (94,9%) berada di bawah 1 gram, dan nilai transaksi (92,6%) di bawah satu juta rupiah.

Tren pertumbuhan ini diprediksi akan berlanjut, seiring dengan meningkatnya literasi digital dan kepercayaan masyarakat terhadap mekanisme perlindungan regulator. Namun, pihak berwenang terus mengingatkan agar investor melakukan verifikasi terhadap platform dan penjual sebelum melakukan transaksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *