Project Seru Penuh Kejutan
Berita  

Tragedi Remaja Hilang di Parangtritis: Ditemukan Tewas Setelah Dua Hari Pencarian

April 22, 2026 • 0 Views
Tragedi Remaja Hilang di Parangtritis: Ditemukan Tewas Setelah Dua Hari Pencarian
Tragedi Remaja Hilang di Parangtritis: Ditemukan Tewas Setelah Dua Hari Pencarian

PSPK – 22 April 2026 | Seorang remaja berusia 16 tahun bernama Angger Raditya Nanda Pradana menghilang saat berselancar di Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, pada Minggu 19 April 2026. Kejadian ini memicu operasi pencarian masif oleh Tim SAR Gabungan yang berlangsung selama dua hari sebelum korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, tiga kilometer dari lokasi kejadian.

Kronologi Kejadian

Pukul sekitar 16.00 WIB, Angger bersama dua temannya tiba di Pantai Parangtritis. Ia meminta pelajaran selancar kepada seorang atlet selancar lokal. Meskipun sang atlet menolak karena harus mengatur jadwal kursus, Angger tetap meminjam papan selancar tanpa izin. Tanpa pengawasan, ia meluncur ke laut pada pukul 17.30 WIB dan tiba‑tiba terseret arus kuat yang kemudian diketahui sebagai rip current.

Upaya Pencarian

Setelah laporan hilangnya Angger diterima oleh SAR Parangtritis, tim penyelamatan segera mengerahkan unsur darat, laut, dan udara. SRU darat melakukan penyisiran di sepanjang pantai Parangendog dan Parangkusumo, sementara SRU laut menggunakan jetski untuk menelusuri perairan. Tim udara memanfaatkan drone untuk memantau area hingga radius 500 meter.

Pada hari kedua, Senin 20 April 2026, sekitar pukul 16.35 WIB, tim menemukan jasad Angger di perairan timur Bantul, sekitar tiga kilometer dari titik awal kejadian. Badan korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga.

Penyebab dan Bahaya Rip Current

Rip current merupakan arus bawah laut yang bergerak cepat menuju lepas pantai, menyedot korban ke arah laut terbuka. Di Parangtritis, arus ini sering tidak tampak karena permukaan laut tampak tenang, sehingga banyak pengunjung yang terperangkap secara tiba‑tiba. Ahli kelautan menyebutkan bahwa kombinasi gelombang tinggi, perubahan pasang, dan bentuk dasar laut menciptakan kondisi ideal bagi terbentuknya rip current yang mematikan.

Reaksi Pihak Berwenang

Pihak Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan (Pipit Eriyanto) menyatakan operasi pencarian selesai setelah korban ditemukan, dan seluruh unsur SAR kembali ke satuan masing‑masing. Mereka juga menegaskan pentingnya edukasi publik tentang bahaya rip current, serta mengimbau agar aktivitas selancar dilakukan di zona yang telah ditetapkan dan diawasi oleh instruktur berlisensi.

Peringatan untuk Masyarakat

  • Hindari berselancar atau berenang sendirian, terutama tanpa pengawasan.
  • Pastikan papan selancar atau peralatan lain dipinjam dengan izin pemilik.
  • Kenali tanda‑tanda rip current, seperti air yang bergerak cepat ke arah laut dan gelombang yang tidak pecah di tepi pantai.
  • Jika terseret, jangan melawan arus; tetap tenang, mengapung, dan berusaha bergerak menyamping ke arah aman.
  • Gunakan jasa pelatih selancar bersertifikat yang memahami kondisi lokal.

Kasus ini menambah daftar tragedi serupa yang menimpa wisatawan di Parangtritis, mengingatkan semua pihak bahwa keindahan alam harus diiringi dengan kewaspadaan dan pengetahuan yang memadai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *