PSPK – 02 April 2026 | Berita gaya hari ini menyoroti tiga topik utama: penurunan signifikan kasus campak di Indonesia, rekomendasi sepatu lari harian yang nyaman, serta respons Kementerian Ekonomi Kreatif (Menekraf) terhadap viralnya kasus videografer yang diduga melakukan mark‑up anggaran.
Kasus Campak Turun 93%: Kemenkes Tetap Waspada
Kementerian Kesehatan melaporkan penurunan sebanyak 93 persen pada kasus suspek dan terkonfirmasi campak dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan ini dianggap hasil dari program imunisasi yang intensif serta peningkatan kesadaran masyarakat. Meski demikian, Kemenkes menegaskan pentingnya tetap menjaga kewaspadaan, memperkuat surveilans, dan melanjutkan kampanye vaksinasi untuk mencegah potensi peningkatan kembali.
Sepatu Daily Run Terbaik dan Nyaman
Memilih sepatu lari untuk penggunaan sehari‑hari memerlukan pertimbangan khusus. Berikut beberapa kriteria utama yang harus dipenuhi:
- Kenyamanan: Bahan mesh yang breathable dan interior yang empuk.
- Bantalan: Sistem midsole yang menyerap goncangan untuk mengurangi beban pada sendi.
- Responsivitas: Sol luar yang memberikan traksi baik pada berbagai permukaan.
- Berat: Model ringan agar tidak menghambat kecepatan langkah.
- Desain: Penampilan yang stylish namun tetap fungsional.
Beberapa merek lokal dan internasional telah meluncurkan model yang memenuhi kriteria di atas, menjadikannya pilihan ideal bagi pelari rekreasi hingga jarak menengah.
Viral Kasus Videografer: Menekraf Menegaskan Beda Jasa Kreatif
Seorang videografer bernama Amsal Christy Sitepu ditangkap dan dijatuhi hukuman dua tahun penjara karena diduga melakukan mark‑up anggaran pada proyek video profil desa di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, antara tahun 2020‑2022. Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan dana yang dialokasikan untuk program pembangunan desa.
Kementerian Ekonomi Kreatif memberikan klarifikasi bahwa jasa kreatif, seperti produksi video, memiliki standar biaya yang transparan dan terukur. Menekraf menegaskan bahwa praktik mark‑up tidak mencerminkan nilai kreatifitas yang seharusnya, melainkan penyalahgunaan anggaran publik. Menteri Menekraf menambahkan bahwa kementerian akan memperketat mekanisme pengawasan dan memperjelas pedoman pengadaan jasa kreatif untuk mencegah terulangnya kasus serupa.
Kasus ini sekaligus mengingatkan pelaku industri kreatif dan pemerintah akan pentingnya integritas dalam penggunaan dana publik.












