PSPK – 11 April 2026 | Penggunaan plastik sekali pakai masih menjadi tantangan besar bagi lingkungan di Indonesia. Di tengah meningkatnya kepedulian terhadap perubahan iklim, mengurangi konsumsi plastik menjadi langkah penting yang dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari di rumah.
Beberapa kebiasaan sederhana yang dapat membantu mengurangi sampah plastik antara lain:
- Membawa wadah atau tas belanja yang dapat dipakai ulang saat berbelanja kebutuhan sehari-hari.
- Menolak penggunaan sedotan plastik atau styrofoam ketika memesan minuman atau makanan.
- Menggunakan botol minum pribadi saat bepergian, alih-alih membeli botol sekali pakai.
- Menggunakan kotak makan atau kantong kain ketika membeli makanan basah di pasar.
- Memilih produk rumah tangga dengan sistem isi ulang atau membeli bahan makanan secara curah tanpa kemasan.
Tiza Mafira, pegiat Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, menambahkan bahwa larangan kresek di banyak daerah telah mendorong masyarakat untuk membawa tas belanja sendiri. Kebiasaan ini dapat diperluas dengan membawa kotak makan saat membeli bahan makanan basah di pasar tradisional.
Pilihan produk ramah lingkungan juga berperan penting. Konsumen dapat beralih ke produk perawatan pribadi atau kebutuhan rumah tangga yang menyediakan opsi isi ulang, serta membeli barang dalam kemasan minimal atau tanpa kemasan.
Dengan menerapkan langkah‑langkah kecil ini secara konsisten, setiap rumah tangga dapat berkontribusi mengurangi volume sampah plastik yang masuk ke lingkungan, membantu menurunkan tekanan pada sistem ekstraktif, dan memperlambat dampak perubahan iklim.












