Project Seru Penuh Kejutan
Berita  

Seleksi Akpol 2026, Benarkah Ada Jalur Khusus? Simak Penjelasan Ini

April 8, 2026 • 0 Views
Seleksi Akpol 2026, Benarkah Ada Jalur Khusus? Simak Penjelasan Ini
Seleksi Akpol 2026, Benarkah Ada Jalur Khusus? Simak Penjelasan Ini

PSPK – 08 April 2026 | Polri menegaskan bahwa proses penerimaan Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 sepenuhnya dilakukan melalui jalur reguler tanpa adanya kuota khusus atau “jalur khusus”. Pernyataan ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar dan melindungi calon peserta dari potensi penipuan.

Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, Kepala Divisi Humas Polri, menekankan bahwa rekrutmen tahun ini dijalankan dengan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, Humanis). “Bersih berarti objektif, jujur, adil serta bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme. Transparan berarti proses terbuka dan dapat diawasi baik internal maupun eksternal. Akuntabel berarti hasil dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya pada Selasa, 7 April 2026 di kantor Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan.

Keterangan Jumlah
Pendaftar online 7.988
Lolos verifikasi awal 5.432

Setelah tahap verifikasi, para peserta akan melanjutkan ke pemeriksaan administrasi dan tahapan seleksi berikutnya, yang dipastikan tetap mengedepankan nilai‑nilai hak asasi manusia serta pendekatan yang ramah.

Polri mengingatkan masyarakat bahwa selama musim rekrutmen sering muncul pihak yang menawarkan “kuota khusus” dengan imbalan uang. Semua tawaran semacam itu harus diabaikan. Bagi yang menemukan indikasi penipuan, Polri menyediakan beberapa saluran pengaduan resmi:

  • QR Code Propam Polri: layanan digital untuk pengaduan cepat secara daring.
  • Hotline Rekrutmen: 0821-1685-877.
  • Laporan Langsung: melalui Bareskrim Polri atau kantor kepolisian setempat (Polda/Polres/Polsek).

Jika melibatkan anggota Polri, kasus akan diproses oleh Propam; jika melibatkan masyarakat sipil, akan dikenakan penegakan hukum sesuai aturan tindak pidana murni.

Visi Polri melalui rekrutmen ini adalah mencetak pemimpin masa depan yang tangguh untuk menghadapi tantangan 25‑30 tahun ke depan, sejalan dengan target Indonesia Emas 2045. Selain memperbaiki sistem seleksi, Polri juga terus meninjau kurikulum pendidikan internal agar tidak ada lagi budaya kekerasan di lingkungan kepolisian, serta menegaskan komitmen pada kultur polisi sipil yang menghormati hak asasi manusia, komunikasi efektif, dan pelayanan humanis.

Dengan mekanisme yang bersih dan transparan, diharapkan generasi muda yang bertekad menjadi perwira polisi dapat mengikuti proses secara fair dan menghindari jebakan penipuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *