PSPK – 18 April 2026 | Aktual.co.id melaporkan kembali sorotan publik pada tuduhan yang melibatkan saudara laki‑laki anggota grup K‑pop BLACKPINK, Jisoo. Pria bernama Kim, yang diidentifikasi media Korea sebagai kakak Jisoo, menjadi subjek penyelidikan atas dugaan pelecehan seksual dan peredaran rekaman intim tanpa izin.
Kasus ini pertama kali muncul pada Mei 2025 lewat unggahan anonim di platform komunitas profesional Blind. Pengunggah mengklaim menjalin hubungan sukarela dengan Kim, namun kemudian mengetahui bahwa ia direkam secara diam‑diam tanpa persetujuan. Unggahan tersebut menyebut Kim menyebarkan rekaman itu kepada kenalan dan memiliki materi video ilegal lain yang melibatkan wanita lain.
Kim membantah semua tuduhan, menyatakan bahwa tuduhan tersebut sepenuhnya salah dan menegaskan akan mengambil langkah hukum setelah berkonsultasi dengan kuasa hukumnya. Unggahan tersebut kemudian dihapus.
Berita kembali mengemuka pada 15 April 2026 ketika kepolisian Gangnam, Seoul, menangkap Kim. Menurut pernyataan kepolisian, korban melaporkan bahwa Kim membagikan foto-foto intim yang diterimanya kepada pihak ketiga dan menggunakannya sebagai ancaman.
- 14 April 2026 – Kim membeli “kencan makan malam” lewat platform siaran langsung SOOP dan bertemu korban.
- Setelah pertemuan, Kim mengundang korban ke kediamannya dengan janji tidak ada hal yang membahayakan.
- Kim kemudian mencoba melakukan kontak fisik yang tidak pantas; korban melaporkan kejadian tersebut.
- Selama interogasi, Kim mengakui terjadinya kontak fisik namun menolak bahwa itu dilakukan dengan persetujuan bersama.
Penyidik mengajukan surat perintah penangkapan dan menyatakan bahwa penyelidikan masih berlanjut, termasuk dugaan pelanggaran terhadap Undang‑Undang Kekerasan Seksual Korea Selatan. Pihak keluarga Jisoo belum memberikan komentar resmi mengenai hubungan antara sang artis dengan kasus ini.
Kasus ini menambah daftar kontroversi publik yang melibatkan tokoh terkenal di Korea Selatan, sekaligus menyoroti isu privasi digital dan perlindungan korban pelecehan seksual di era platform daring.












