PSPK – 10 April 2026 | Jakarta, 10 April 2026 – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus berada di bawah tekanan. Berdasarkan data Bank Indonesia, pada hari Jumat kurs transaksi menunjukkan kurs jual sebesar Rp17.167,41 per dolar dan kurs beli Rp16.996,59 per dolar.
Kondisi ini menegaskan bahwa rupiah masih berada di sekitar level psikologis Rp17.000 per dolar, sebuah zona yang telah menjadi titik lemah sejak akhir Maret hingga awal April 2026. Pada awal April, kurs referensi JISDOR tercatat di kisaran Rp17.015, menandakan tren pelemahan yang berkelanjutan.
| Jenis Kurs | Nilai (per USD) |
|---|---|
| Kurs Jual | Rp17.167,41 |
| Kurs Beli | Rp16.996,59 |
Faktor eksternal menjadi pendorong utama tekanan ini. Laporan internasional menyebutkan bahwa ketidakpastian geopolitik dan penguatan dolar AS di pasar global memperparah depresiasi rupiah. Bank Indonesia pun sempat melakukan intervensi di pasar valuta asing setelah rupiah menyentuh level terendah baru sekitar Rp17.090 pada awal April.
Media dalam negeri mencatat volatilitas nilai tukar sepanjang 2026 berkisar antara Rp16.800 hingga Rp17.000 per dolar, meski masih berada dalam kontrol otoritas moneter. Bank Indonesia menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar tetap menjadi prioritas, dengan kebijakan intervensi pasar dan upaya memperkuat daya tarik instrumen keuangan domestik siap diaktifkan.
Meski kurs jual mendekati Rp17.200, ada beberapa faktor yang dapat menahan pelemahan lebih dalam dalam jangka pendek, antara lain intervensi aktif Bank Indonesia dan dukungan harga komoditas ekspor yang dapat memperkuat aliran devisa.












