PSPK – 21 April 2026 | Pemerintah Indonesia telah menetapkan jadwal hari libur nasional dan cuti bersama untuk bulan Mei 2026 melalui Surat Keputusan Bersama tiga Menteri. Penetapan ini memberi peluang bagi masyarakat untuk merencanakan liburan, pulang kampung, atau sekadar beristirahat selama tiga periode long weekend yang tersebar sepanjang bulan.
Jadwal Hari Libur Nasional
| Tanggal | Hari | Perayaan |
|---|---|---|
| 1 Mei 2026 | Jumat | Hari Buruh Internasional |
| 14 Mei 2026 | Kamis | Kenaikan Yesus Kristus |
| 27 Mei 2026 | Rabu | Idul Adha 1447 H |
| 31 Mei 2026 | Minggu | Hari Raya Waisak 2570 BE |
Hari Cuti Bersama
- 15 Mei 2026 (Jumat) – Cuti bersama yang memperpanjang libur Kenaikan Yesus Kristus.
- 28 Mei 2026 (Sabtu) – Cuti bersama yang menghubungkan Idul Adha dengan akhir pekan.
Long Weekend yang Tersedia
Berbekal kombinasi hari libur nasional, cuti bersama, dan akhir pekan, bulan Mei 2026 menyuguhkan tiga periode long weekend yang dapat dinikmati tanpa harus mengambil cuti tambahan:
- Long Weekend Hari Buruh: 1‑3 Mei (Jumat‑Minggu).
- Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus: 13‑16 Mei (Minggu‑Rabu), dengan cuti bersama pada 15 Mei.
- Long Weekend Waisak: 30‑31 Mei (Sabtu‑Minggu), bertepatan dengan Hari Raya Waisak.
Selain enam hari libur resmi di luar akhir pekan, terdapat lima hari Minggu (3, 10, 17, 24, dan 31 Mei) yang secara otomatis menjadi tanggal merah, sehingga total terdapat sebelas tanggal merah sepanjang Mei 2026. Kombinasi ini menjadikan bulan Mei sebagai periode paling menarik bagi pelancong domestik maupun wisatawan internasional.
Para pekerja, pelajar, dan pelaku usaha diharapkan dapat memanfaatkan jadwal ini secara optimal. Dengan perencanaan yang matang, libur panjang dapat meningkatkan produktivitas setelah kembali bekerja, sekaligus memberi dorongan bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Pilihan destinasi wisata, pemesanan akomodasi, dan penyesuaian jadwal pendidikan sebaiknya dilakukan sejak awal April agar tidak kehabisan slot.
Secara keseluruhan, libur Mei 2026 menawarkan keseimbangan antara waktu istirahat dan kesempatan beraktivitas. Masyarakat dapat memilih antara liburan singkat bersama keluarga, perjalanan ke destinasi wisata alam, atau sekadar menikmati hari-hari santai di rumah. Dengan memahami rincian kalender ini, setiap individu dapat menyiapkan agenda yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi pribadi.












