PSPK – 16 April 2026 | Jakarta, 16 April 2026 – Sidang lanjutan kasus dugaan pemukulan karyawan Zaskia Adya Mecca di Pengadilan Militer II-08 kembali digelar pada Rabu (15/4/2026). Pada persidangan kali ini, putri Zaskia yang berusia 12 tahun, Kala Madali Bramantyo, menjadi saksi utama. Meskipun terdakwa, Praka NC, secara terbuka meminta maaf kepada Kala, proses hukum tetap berjalan sesuai prosedur yang berlaku.
Latihan Kesaksian Anak di Ruang Sidang Tertutup
Karena usia Kala masih di bawah umur, persidangan dilaksanakan secara tertutup. Petugas pengadilan menyiapkan suasana yang berbeda dari prosedur standar: hakim, jaksa, dan petugas tidak mengenakan seragam formal melainkan batik, menciptakan nuansa lebih santai. Sebelum memulai sesi tanya jawab, petugas mengajak Kala berbincang tentang hal‑hal yang ia sukai, seperti sepak bola, untuk meredakan ketegangan.
“Kala dibuat nyaman dulu, ditanya suka bola apa, klubnya apa. Jadi benar‑benar dibuat rileks,” ujar Zaskia Mecca dalam pernyataan usai sidang. Pendekatan ini bertujuan agar anak dapat memberikan keterangan secara jujur tanpa rasa tertekan.
Pengakuan dan Permintaan Maaf Terdakwa
Praka NC, yang diduga melakukan pemukulan terhadap karyawan bernama Faisal Handri, muncul di ruang sidang dan menyampaikan penyesalan serta permintaan maaf secara langsung kepada Kala. Menurut Zaskia, Praka menjelaskan bahwa pada hari kejadian ia berada dalam kondisi emosional karena masalah keluarga: istri harus menjalani operasi, ibunya kritis, dan situasi rumah tangga sedang tidak stabil.
“Ya, terdakwanya sudah ketemu sama Kala, sudah menjelaskan, minta maaf, beliau menyesal,” kata Zaskia Mecca. Praka menegaskan bahwa sejak laporan pertama masuk, ia telah ditahan dan tidak dapat meninggalkan lokasi.
Penegasan Zaskia: Pengampunan Tidak Membatalkan Hukum
Zaskia Mecca menegaskan bahwa meski ia dan keluarganya telah memaafkan tindakan Praka, proses peradilan tetap harus berjalan karena Indonesia adalah negara hukum. “Iya, hukum tetap berjalan, karena Indonesia kan negara hukum ya. Jadi bapak‑bapak dari pengadilan juga pengen menunjukkan hukum tuh tetap berjalan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa rasa kasihan kepada terdakwa tidak mengurangi kewajiban lembaga peradilan untuk menegakkan keadilan. Hal ini juga menjadi pelajaran penting bagi anak‑anaknya tentang konsekuensi tindakan yang dipicu emosi.
Jadwal Persidangan Selanjutnya
- Pemeriksaan saksi lain, termasuk pemilik rekaman CCTV.
- Pemeriksaan barang bukti secara menyeluruh.
- Pengajuan tuntutan, tahapan pleidoi, replik, duplik.
- Pengambilan keputusan akhir oleh majelis hakim.
Mayor Arin Fauzan, juru bicara Pengadilan Militer II-08, menegaskan bahwa kesaksian Kala membantu memperjelas fakta perkara. “Putri dari Mbak Zaskia bisa berkenan diperiksa di persidangan sehingga perkara ini bisa terang benderang,” ujarnya.
Reaksi Publik dan Dampak Sosial
Berita tentang proses hukum yang tetap berjalan meski ada permintaan maaf menimbulkan beragam reaksi di media sosial. Banyak netizen memuji sikap Zaskia yang tetap mengedepankan prinsip hukum, sementara yang lain menyoroti pentingnya pendekatan humanis dalam penanganan saksi anak.
Kasus ini juga membuka diskusi mengenai prosedur penanganan anak saksi di persidangan militer, mengingat standar biasanya lebih ketat. Pendekatan bersahabat dengan penggunaan batik dan suasana santai dianggap sebagai langkah progresif yang dapat diadopsi pada kasus serupa di masa depan.
Secara keseluruhan, proses sidang ini menunjukkan keseimbangan antara nilai kemanusiaan—seperti pengampunan dan perhatian terhadap kesejahteraan saksi anak—dengan penegakan hukum yang tidak boleh dikompromikan.
Dengan agenda selanjutnya yang meliputi pemeriksaan bukti CCTV dan saksi tambahan, publik dapat mengharapkan perkembangan lebih lanjut dalam beberapa minggu ke depan. Zaskia Mecca menutup pernyataannya dengan harapan bahwa anaknya, Kala, dapat mengambil pelajaran berharga dari pengalaman ini, terutama tentang pentingnya mengendalikan emosi dan menghormati proses hukum.












