PSPK – 20 April 2026 | Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melaporkan bahwa hingga 19 April 2026 tercatat sebanyak 7.911 pendatang baru yang datang ke ibukota pasca Lebaran. Data dikumpulkan melalui layanan jemput bola dan sosialisasi yang dimulai sejak akhir Maret oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto, menegaskan bahwa Jakarta tetap menjadi magnet utama bagi pencari kerja dari berbagai wilayah. Lebih dari 57 persen pendatang berada pada rentang usia produktif 20‑39 tahun, menandakan dominasi kelompok usia yang siap menyumbang tenaga kerja.
Berikut rangkuman temuan utama:
- Total pendatang baru: 7.911 jiwa.
- Persentase usia produktif (20‑39 tahun): >57%.
- Metode pendataan: koordinasi berjenjang hingga tingkat RT/RW, dilengkapi layanan jemput bola ke permukiman.
Pemprov DKI Jakarta menegaskan tidak akan melakukan operasi yustisi terhadap pendatang baru. Kebijakan ini selaras dengan arahan Gubernur Pramono Anung yang menekankan pendekatan persuasif dan humanis, sehingga proses pendataan dapat berjalan tanpa menimbulkan resistensi sosial.
Dengan strategi humanis melalui sosialisasi dan jemput bola, diharapkan data kependudukan dapat terakomodasi secara akurat serta mendukung perencanaan kebijakan yang lebih tepat bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga Jakarta.












