PSPK – 13 April 2026 | Video seorang guru perempuan mengajar 15 siswa kelas III di bawah pohon di SD Negeri Tando, Manggarai Barat, menjadi viral pada pertengahan April. Video tersebut menyoroti kekurangan ruang kelas, tidak adanya toilet, dan belum terhubungnya instalasi air bersih.
Menanggapi sorotan publik, pada 12 April tim gabungan yang terdiri dari Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Manggarai Barat, Yohanes Hani, perwakilan Balai Penjamin Mutu Pendidikan Provinsi NTT, serta petugas dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melakukan survei langsung di sekolah.
Setelah meninjau kondisi, Yohanes Hani mengumumkan rencana pembangunan empat ruang kelas tambahan beserta satu toilet. Meskipun belum ada kepastian anggaran, ia menyatakan bahwa dana akan bersumber dari Kemendikdasmen dan proposal sudah diajukan kepada kementerian.
Kepala SD Negeri Tando, Fransiskus Jenala, mengonfirmasi komitmen tersebut dan menambahkan bahwa pelaksanaan pembangunan diharapkan dimulai bulan depan setelah proposal diterima.
- Empat ruang kelas baru
- Satu toilet tambahan
- Fasilitas diharapkan selesai dalam beberapa bulan ke depan
SD Negeri Tando berdiri sejak 2014 dengan dukungan masyarakat yang membangun gedung awal dari kayu dan seng. Pada 2018 pemerintah mendirikan bangunan permanen berisi tiga ruang kelas, namun jumlah ruangan masih tidak mencukupi sehingga siswa kelas III dipindahkan belajar di luar ruangan, terutama pada musim hujan.
Selain masalah ruang belajar, sekolah belum memiliki akses jalan beraspal; jarak ke kampung terdekat sekitar satu kilometer dan hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Pada saat kunjungan, tercatat ada 68 siswa yang menempati kelas di sekolah tersebut.
Pihak dinas berharap dengan penambahan fasilitas, kualitas pembelajaran di SD Negeri Tando dapat meningkat dan kejadian belajar di bawah pohon tidak terulang kembali.












