Project Seru Penuh Kejutan
Berita  

Panglima TNI Naikkan Pangkat Luar Biasa dan Beri Santunan Rp1,8 Miliar untuk Prajurit Gugur di Lebanon

April 2, 2026 • 0 Views
Panglima TNI Naikkan Pangkat Luar Biasa dan Beri Santunan Rp1,8 Miliar untuk Prajurit Gugur di Lebanon
Panglima TNI Naikkan Pangkat Luar Biasa dan Beri Santunan Rp1,8 Miliar untuk Prajurit Gugur di Lebanon

PSPK – 02 April 2026 | JAKARTA — Pada Rabu, 1 April 2026, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Agus Subiyanto turun langsung ke rumah duka tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momen penting di mana ketiga prajurit menerima kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) serta paket santunan total lebih dari Rp1,8 miliar per orang.

Kenaikan Pangkat Anumerta sebagai Penghargaan Tertinggi

Dalam sambutan resmi, Jenderal Subiyanto menegaskan bahwa ketiga prajurit – Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur Ikhwan, dan Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon – akan diberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Operasi Militer Selain Perang (KPLB OMSPA) secara anumerta. KPLB merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada prajurit yang gugur dalam operasi militer, menandakan pengakuan negara atas pengorbanan mereka.

Rincian Hak dan Santunan yang Diterima Keluarga

Selain kenaikan pangkat, masing-masing keluarga menerima paket hak yang meliputi:

  • Tabungan asuransi (nilai berbeda untuk tiap prajurit)
  • Santunan Risiko Kematian Khusus sebesar Rp450 juta
  • Beasiswa pendidikan untuk dua anak masing-masing, total Rp60 juta (Kapten Zulmi) atau Rp30 juta (Sertu dan Farizal)
  • Santunan kematian dari PBB sebesar Rp1,2 miliar
  • Dana Watzah, TWP AD, serta tunjangan Personal Accident
  • Gaji terusan selama 12 bulan (gaji pokok, tunjangan jabatan, ULP)
  • Pensiun janda setelah gaji terusan selesai dibayarkan

Berikut jumlah total santunan per prajurit:

Prajurit Total Santunan (Rp)
Kapten Zulmi Aditya Iskandar 1.894.688.236
Sersan Satu Muhammad Nur Ikhwan 1.846.309.049
Prajurit Farizal Rhomadhon 1.854.075.205

Selain itu, masing‑masing prajurit dianugerahi Medal “Dag Hammarskjöld”, penghargaan PBB yang diberikan kepada personel penjaga perdamaian yang gugur saat menjalankan tugas.

Reaksi Keluarga dan Harapan Masa Depan

Ayah Kapten Zulmi, Iskandar Rudi, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Panglima TNI yang hadir secara pribadi. “Kami sangat menghargai kehadiran Bapak Jenderal, sekaligus rasa keadilan yang diberikan kepada anak kami melalui hak‑hak tersebut,” ujar Rudi.

Para istri dan anak‑anak prajurit juga menerima dukungan moral serta jaminan pendidikan hingga selesai. Pemerintah menegaskan bahwa beasiswa dan hak pensiun akan terus dipertahankan selama masa hidup keluarga.

Investigasi Kejadian di Lebanon Masih Berlanjut

Walaupun hak‑hak keluarga sudah dipastikan, penyebab serangan yang menewaskan ketiga prajurit masih dalam proses penyelidikan. PBB melalui UNIFIL belum mengungkap motif pasti serangan artileri dan ledakan kendaraan yang menimpa prajurit pada akhir Maret 2026.

Menutup kunjungan, Jenderal Subiyanto menekankan pentingnya solidaritas nasional dalam menghormati pahlawan yang gugur. “Kami berharap santunan dan penghargaan ini dapat meringankan beban ekonomi keluarga, sekaligus menjadi simbol penghargaan bangsa terhadap pengorbanan mereka,” ujarnya.

Dengan penetapan KPLB serta paket santunan komprehensif, pemerintah menegaskan komitmennya untuk melindungi hak‑hak prajurit yang mengabdi, baik yang masih hidup maupun yang telah tiada, serta memastikan keluarga mereka tetap mendapatkan kepastian sosial dan ekonomi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *