PSPK – 04 April 2026 | Balita dan anak prasekolah berada pada fase perkembangan di mana emosi mereka belum stabil dan kemampuan berbahasa masih terbatas. Karena itu, mereka sering mengekspresikan perasaan melalui tindakan fisik seperti memukul atau menggigit.
Berikut ini beberapa penyebab umum mengapa anak kecil suka menggigit:
- Tahap oral: Pada usia ini, mulut menjadi alat utama eksplorasi. Anak secara alami mencoba segala sesuatu dengan menggigit.
- Keterbatasan bahasa: Ketika belum mampu mengungkapkan keinginan atau kemarahan secara verbal, anak dapat menggigit sebagai cara alternatif.
- Impulsif dan kontrol emosi yang rendah: Sistem regulasi diri belum matang, sehingga respons emosional sering muncul secara spontan.
- Mencari perhatian: Reaksi orang dewasa (teguran, tawa, atau bahkan memberi mainan) dapat memperkuat perilaku tersebut.
- Meniru lingkungan: Candaan atau gigitan ringan dari orang dewasa kadang tanpa disadari menjadi contoh bagi anak.
- Konflik sosial: Di tempat penitipan atau taman kanak-kanak, persaingan mainan dapat memicu agresi fisik.
Perilaku menggigit tidak serta merta termasuk bullying. Menurut pakar, bullying melibatkan niat jahat yang berulang dan adanya perbedaan kekuasaan antara pelaku dan korban. Pada anak kecil, banyak tindakan agresif masih bersifat spontan dan belum dipahami sebagai tindakan sengaja.
Bagaimana orang tua dapat mengatasi kebiasaan ini? Berikut langkah praktis yang dapat diterapkan:
- Berikan contoh komunikasi yang jelas. Ajak anak menyebutkan apa yang diinginkannya, misalnya “Aku mau main itu”.
- Atur batasan konsisten. Bila anak menggigit, beri peringatan tegas dan alihkan perhatian ke aktivitas lain.
- Berikan pujian ketika anak berhasil mengekspresikan perasaan tanpa kekerasan.
- Kurangi situasi yang memicu stres, seperti kelelahan atau lapar, yang dapat meningkatkan impulsifitas.
- Ajarkan teknik mengelola emosi, misalnya mengajak bernapas dalam-dalam atau menghitung sampai sepuluh.
Dengan memahami penyebab dan memberikan respons yang tepat, orang tua dapat membantu anak mengembangkan kemampuan sosial yang sehat serta mengurangi perilaku menggigit secara bertahap.












