PSPK – 29 April 2026 | Ribuan mahasiswa Indonesia serta mukimin yang berdomisili di Timur Tengah direkrut sebagai Tenaga Pendukung Haji 2026 untuk memperkuat layanan operasional di Makkah dan Madinah.
Rincian Rekrutmen
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah menyeleksi 1.100 tenaga pendukung. Dari total tersebut, 133 adalah mahasiswa asal negara-negara Timur Tengah seperti Mesir, Libya, Yaman, Yordania, Maroko, dan Suriah.
Penempatan di Tanah Suci
Tenaga pendukung dibagi menjadi dua zona utama:
- 423 orang ditempatkan di Madinah.
- 677 orang ditempatkan di Makkah.
Mereka akan berperan sebagai penerjemah, tim komunikasi, serta membantu layanan hotel, dapur, transportasi, dan akomodasi jemaah.
Pernyataan Pejabat
Yusron B. Ambary, Kepala KJRI Jeddah, menekankan pentingnya kemampuan bahasa Arab para tenaga pendukung untuk memudahkan koordinasi di lapangan. Ia menambahkan, mereka akan beroperasi di sekitar wilayah Markaziah untuk memantau keamanan jemaah.
Budi Agung Nugroho, Wakil Ketua II PPIH Arab Saudi sekaligus Direktur Layanan Haji dan Umrah Kemenhaj, mengingatkan bahwa setiap tindakan pelayanan merupakan ibadah. Ia menekankan kepatuhan terhadap aturan Saudi, termasuk keharusan memiliki tasreh, visa haji, dan aplikasi Nusuk.
Dengan keberadaan ribuan Tenaga Pendukung Haji ini, diharapkan pengalaman ibadah haji bagi jamaah Indonesia menjadi lebih nyaman, terkoordinasi, dan aman.












