PSPK – 17 April 2026 | Sejumlah mahasiswi tingkat akhir jurusan Marketing Communication dari LSPR Institute of Communication & Business berhasil menyelenggarakan acara bertajuk “9 to 5” di Queens Head, Kemang, Jakarta. Acara edukatif ini mengangkat isu slow fashion dan ekonomi sirkular, sekaligus mengajak publik untuk mengubah pola konsumsi fashion sehari‑hari.
Dengan tema Help Our Planet Revive, 9 to 5 menampilkan serangkaian kegiatan, mulai dari talkshow, fashion show, hingga workshop interaktif. Pada sesi talkshow, Dino Augusto menyoroti besarnya masalah limbah tekstil yang menjadi kontributor utama pencemaran global, bahkan berada di peringkat kedua setelah limbah industri lainnya. Ia menekankan bahwa produksi pakaian kini melampaui kebutuhan manusia dan diproyeksikan cukup untuk memenuhi sembilan generasi ke depan, menandakan adanya overproduksi dan overkonsumsi yang harus diatasi.
Dino mengajak peserta untuk melihat fashion bukan sekadar barang sekali pakai, melainkan aset dengan nilai dan umur panjang. Konsep circular economy yang diusung dalam acara menekankan praktik reuse, repair, dan repurpose sebagai langkah konkret mengurangi limbah.
Beberapa pengunjung menyampaikan perubahan pandangan mereka setelah mengikuti acara. “Very insightful, apalagi buat aku yang sebelumnya sering beli baju tanpa pikir panjang. Penting banget datang ke acara seperti ini biar jadi lebih sadar,” ujar Aisha. Andien menambahkan, “Sekarang jadi lebih paham apa saja yang bisa dipertimbangkan untuk fashion ke depannya, termasuk bahan‑bahan yang sebaiknya dihindari.” Sementara Keysha menuturkan, “Acara ini seru, banyak activations yang bikin aku terinfluence untuk mulai menerapkan slow fashion. Kita tidak butuh banyak baju, harus mulai dari menolak pembelian yang tidak perlu dan kreatif dalam mix & match.”
Dosen LSPR Institute, Revy Marlina, juga memberikan apresiasi terhadap konsep acara. Ia menyebut implementasi 9 to 5 tidak hanya berhenti pada prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) melainkan berkembang hingga 9R, menekankan peran generasi muda sebagai penggerak perubahan.
Dengan meningkatnya kesadaran akan dampak lingkungan dari industri fashion, diharapkan inisiatif seperti 9 to 5 dapat menumbuhkan pola konsumsi yang lebih bijak dan berkontribusi pada pembangunan sistem fashion yang berkelanjutan.












