PSPK – 05 April 2026 | Madrid – Pada 4 April 2024, Menteri Ekonomi Spanyol Carlos Cuerpo mengumumkan bahwa lima negara anggota Uni Eropa – Spanyol, Austria, Jerman, Italia, dan Portugal – telah menulis surat kepada Komisioner Iklim Uni Eropa Wopke Hoekstra. Surat tersebut menyerukan penerapan pajak khusus atas keuntungan tak terduga yang diperoleh perusahaan energi akibat lonjakan harga bahan bakar yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah.
Surat tersebut menekankan bahwa langkah pajak ini bertujuan untuk mengurangi beban konsumen serta wajib pajak, sekaligus menyampaikan pesan bahwa pihak yang mendapat keuntungan dari kondisi perang harus berkontribusi dalam meringankan tekanan ekonomi pada masyarakat umum.
Konflik dimulai setelah serangan bersama AS‑Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang mengakibatkan Iran menutup Selat Hormuz – jalur penting bagi transportasi minyak dan gas. Meskipun sebagian besar pasokan energi Uni Eropa tidak bergantung pada Teluk, kenaikan harga global tetap berdampak signifikan pada bisnis dan rumah tangga di kawasan.
- Spanyol
- Austria
- Jerman
- Italia
- Portugal
Para menteri mengingatkan bahwa pada tahun 2022 Uni Eropa telah memberlakukan pajak darurat serupa untuk menanggulangi lonjakan harga energi setelah invasi Rusia ke Ukraina. Mereka menilai bahwa mekanisme fiskal tersebut perlu diperkuat dengan landasan hukum yang jelas, sehingga dapat diterapkan secara seragam di seluruh wilayah Uni Eropa.
| Tahun | Jenis Pajak | Alasan |
|---|---|---|
| 2022 | Pajak darurat energi | Kenaikan harga energi pasca invasi Rusia ke Ukraina |
| 2024 | Pajak atas keuntungan tak terduga perusahaan energi | Kenaikan harga minyak dan gas pasca konflik Iran‑Israel |
Surat tersebut tidak menyebutkan besaran tarif pajak yang diusulkan maupun perusahaan energi spesifik yang akan dikenai. Namun, para menteri menekankan pentingnya tindakan cepat dari Komisi Eropa agar kebijakan ini dapat menjadi instrumen kontribusi yang kuat dan adil bagi seluruh anggota Uni Eropa.
Jika diterapkan, pajak ini diharapkan dapat menyalurkan sebagian laba besar perusahaan energi kembali ke masyarakat, sekaligus menekan inflasi energi yang masih menjadi beban utama bagi konsumen di Eropa.












