PSPK – 15 April 2026 | Tren peningkatan kasus campak belakangan ini terlihat di banyak wilayah, termasuk Kota Serang. Menanggapi situasi tersebut, Dinas Kesehatan Kota Serang kembali mengintensifkan program imunisasi untuk menurunkan laju penularan penyakit menular tersebut.
Ahmad Hasanuddin menjelaskan bahwa anak yang menerima imunisasi lengkap akan memiliki kekebalan terhadap virus campak, sehingga baik risiko tertular maupun tingkat keparahan penyakit dapat ditekan. Ia menambahkan bahwa pihaknya masih melakukan verifikasi data secara menyeluruh terkait laporan ratusan kasus di Kota Serang, namun tren peningkatan memang sudah terdeteksi.
Beberapa faktor yang memicu peningkatan kasus antara lain sifat virus campak yang sangat menular melalui udara. Campak termasuk dalam kategori Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) bersama polio, tetanus, hepatitis, dan difteri.
- Balita dan anak usia sekolah yang belum lengkap imunisasi merupakan kelompok paling rentan.
- Orang‑orang yang tinggal di lingkungan dengan kepadatan penduduk tinggi.
- Kelompok yang memiliki akses terbatas ke layanan kesehatan.
Ahmad Hasanuddin menegaskan pentingnya imunisasi lengkap sejak balita. “Jika imunisasinya lengkap, insya Allah tidak akan terjangkit. Bahkan bila terpapar, gejalanya tidak separah pada anak yang tidak diimunisasi,” tegasnya.
Meski ada tantangan teknis seperti gangguan penyimpanan vaksin, manfaat imunisasi tetap jauh lebih besar dibandingkan risiko tidak mendapatkan vaksin.
Untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, Dinas Kesehatan Kota Serang mengimbau orang tua agar membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat, seperti Posyandu atau layanan imunisasi di sekolah. Program ORI akan difokuskan pada daerah dengan kasus tertinggi, dengan dukungan tenaga medis dan distribusi vaksin yang tepat.
Dengan meningkatkan cakupan imunisasi, diharapkan angka kasus campak dapat diturunkan secara signifikan dan melindungi generasi muda dari ancaman penyakit menular ini.












